Nasib Kanit Narkoba Polres di Sumut: Kini Dituntut Hukuman Mati Karena Jual Sabu Hasil Tangkapan

Disebutkan JPU, bahwa Waryono awalnya deal Rp 1 miliar dengan Boyot, untuk transaksi sabu seberat 5 kilogram.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi sabu-sabu 

TRIBUNSOLO.COM, TANJUNGBALAI - Riwayat mantan Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai, Waryono terancam tamat.

Setelah dipecat, ia kini dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tanjungbalai, Rikardo Simanjuntak.

Waryono dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tak cuma itu, Waryono yang didakwa jual sabu hasil tangkapan ini juga dianggap terbukti melanggar Pasal 137 huruf b UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP, dan ketiga Pasal 137 huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Perwira Polisi di Boyolali yang Ejek Pelapor Pelecehan Seksual Dicopot, Kuasa Hukum : Kita Kawal!

Baca juga: Nasib Boncel Asal Kartasura, Tergiur Rp 10 Juta Jadi Kurir Sabu-sabu, Kini Melongo Dicokok Polisi

"Menuntut, dengan ini meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara Tuharno dan Waryono untuk menghukum kedua terdakwa dengan hukuman mati," kata jaksa di Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Rabu (19/1/2022).

Adapun mantan Kanit Narkoba itu turut diadili bersama Tuharno.

Tuharno sebelumnya bertugas sebagao personel Sat Polairud Polres Tanjungbalai.

Sama seperto Waryono, Tuharno juga dituntut hukuman mati karena ikut jual sabu hasil tangkapan.

Dalam dakwaan terungkap, bahwa Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai, Waryono, yang sekarang sudah dicopot sempat melakukan transaksi dengan pengedar bernama Boyot (DPO).

Disebutkan JPU, bahwa Waryono awalnya deal Rp 1 miliar dengan Boyot, untuk transaksi sabu seberat 5 kilogram.

Dari Rp 1 miliar yang disepakati, Boyot yang kini belum ditangkap dan masih berkeliaran sudah menyetorkan uang Rp 600 juta.

Uang itu diterima oleh Agung Sugiarto Putra, anggota kepolisian yang juga terlibat dalam kasus ini.

Mengutip dakwaan JPU terhadap terdakwa Syahril Napitupulu, yang merupakan anggota Polairud di Tanjungbalai, kasus 11 bintara Polres Tanjungbalai yang jual sabu hasil tangkapan ini bermula pada Rabu, 19 Mei 2021.

Sekira pukul 15.30 WIB di Perairan Tangkahan Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Syahril Napitupulu bersama rekannya Khoirudin selaku petugas Sat Polairud Polres Tanjungbalai melakukan patroli menggunakan Kapal KP II 1014.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved