Pengakuan Bupati Langkat soal Penjara Manusia di Rumahnya, Sebut Sebagai Panti Rehabilitasi Narkoba

Sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Terbit Rencana Perangin Angin sempat membicarakan mengenai penjara manusia di rumahnya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
kolase tribunnews
Bupati Langkat Terbit Peranginangin (kiri) dan temuan penjara di rumahnya (kanan). 

TRIBUNSOLO.COM - Penjara manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin ramai jadi sorotan.

Bahkan, Migrant Care menduga penjara atau kerangkeng manusia terkait dengan perbudakan para pekerja kebun kelapa sawit.

Rupanya, sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Terbit Rencana Perangin Angin sempat membicarakan mengenai kerangkeng itu.

Baca juga: Penjara Manusia di Rumah Bupati Langkat Sudah Beroperasi Selama 10 Tahun, Ternyata Tak Miliki Izin

Ia menyebut menggunakan sel itu sebagai panti rehabilitasi narkoba.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah video konten yang diposting di channel YouTube resmi Pemkab Langkat pada 27 Maret 2021.

"Saya ada menyediakan tempat rehabilitasi narkoba. Itu bukan rehabilitas, tapi tempat pembinaan yang saya buat selama ini untuk membina masyarakat yang penyalahgunaan narkoba. Tempat pembinaan," ungkap Terbit Rencana Perangin-angin dalam YouTube resmi Pemkab Langkat dikutip via Kompas.com, Selasa (24/1/2022).

Ketika menjelaskan soal kerangkeng itu, ia mengklaim hendak membantu masyarakat Langkat yang mengalami permasalahan terkait narkoba.

Lebih lanjut, Terbit juga mengakui lokasi kerangkeng yang disebutnya sebagai tempat pembinaan, berada dalam satu kompleks di kediamannya.

"Kurang lebih sudah 10 tahun kita lakukan. Yang kita siapkan untuk tempat mereka itu ada 3 gedung untuk pembinaan, tempat peristirahatan mereka," jelasnya.

Ia mengatakan kerangkeng manusia itu untuk tempat pembinaan.

Terkait perawatan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba secara gratis.

"Perawatan itu gratis semua, bagi masyarakat yang keluarganya mengantarkan. Tapi ada juga keluarga yang meminta supaya dijemput keluarganya yang penyalahgunaan narkoba," terangnya.

"Kalau persediaan untuk itu semua adalah gratis, kita yang menyediakan semua. Ini dana kami keluarga pribadi. Ini memang niat kami keluarga," sambungnya.

Bahkan dalam pengoperasian tempat itu, Terbit Perangin-angin mengaku dibantu oleh sang istri, Tiorita Terbit Rencana. Ia menyatakan telah menampung ribuan warga untuk dibina.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved