Klarifikasi Keluarga Bupati Langkat soal Warga Tewas Disiksa dalam Kerangkeng, Bantah Komnas HAM
Menurut pihak keluarga, tuduhan penyiksaan dan berujung kematian terhadap orang yang mendekam di dalam kerangkeng tidak benar.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, MEDAN - Juru Bicara Keluarga Bupati Langkat Nonaktif, Mangapul Silalahi, buka suara soal spekulasi liar mengenai kerangkeng di rumah Terbit Rencana Peranginangin.
Keluarga uga membantah semua tuduhan yang dituduhkan Komnas HAM.
Menurut pihak keluarga, tuduhan penyiksaan dan berujung kematian terhadap orang yang mendekam di dalam kerangkeng tidak benar.
Sebagaimana yang ramai diberitakan, Bupati Kabupaten Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin diduga telah melakukan penyiksaan.
Hal itu berujung kematian terhadap orang yang mendekam di dalam kerangkeng miliknya, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala.
Baca juga: Fakta Baru Kerangkeng Bupati Langkat, Istilah Dua Setengah Kancing Diduga Jadi Kode Penganiayaan
Baca juga: Kehidupan Pilu Penghuni Kerangkeng Milik Bupati Langkat: Dibatasi Beribadah hingga Dianiaya
Padahal, dalam temuan Polda, lebih dari 600 orang pernah mendekam di kerangkeng.
Ratusan orang yang mendekam ini menjalani pembinaan, lantaran kecanduan narkoba.
Bahkan, Polda Sumut juga telah menemukan adanya pemakaman orang yang tewas diduga mendapat penyiksaan tersebut.
Namun, Mangapul Silalahi mengatakan bahwa belum ada bukti yang kuat menyatakan kematian terhadap dugaan penyiksaan tersebut.
Katanya, Komnas HAM dan Polda Sumut terlalu cepat menyimpulkan.
Yang di mana, dalam sebuah investigasi perlu waktu lama untuk menentukan kasus kematian ini.
"Terlalu terburu-buru, perlu waktu panjang untuk melakukan investigasi. Heran, investigasi yang dilakukan secara sementara," katanya saat ditemui di kediaman pribadi Terbit Rencana Peranginangin, Senin (31/1/2022).
Menurutnya, pemberitaan yang berkembang mengenai Terbit Rencana Peranginangin sepenuhnya tidak benar, menyoal ada korban meninggal dunia di kerangkeng tersebut.
Mangapul juga mengatakan, bahwa dirinya tidak menampik adanya oknum yang memanfaatkan kesempatan ini.
Baik itu, pihak luar ataupun dari oknum-oknum yang terkait menyoal kasus tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tiorita.jpg)