Berita Wonogiri Terbaru

Pengendara Motor Ninja 250 CC Tabrak Tugu Pembatas Eromoko-Wuryantoro, Meninggal di Tempat

Seorang pemuda asal Desa Ngrandu, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal pada Senin (31/1/2022).

Istimewa Satlantas Polres Wonogiri
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan tunggal yang membuat seorang pelajar meninggal dunia, Senin (31/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Seorang pemuda asal Desa Ngrandu, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal pada Senin (31/1/2022) sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban yakni SPB (18), dia meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wuryantoro-Eromoko, tepatnya di Dusun Blimbing, Desa/Kecamatan Eromoko.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Marwanto, menuturkan bahwa SPB saat itu mengendarai motor Kawasaki Ninja 250cc berplat nomor AD-2222-AIG seorang diri.

Baca juga: Pilu 1 Keluarga Tewas Kecelakaan saat Hendak Hadiri Resepsi, Ucapan Ingin Pakai Mukena Jadi Firasat

Baca juga: Viral Video Kecelakaan ABG Tabrak Mobil: Mau Kejar Pacar yang Selingkuh, Malah Berakhir Tragis

"Korban mengalami luka serius di bagian kepala. Usai terjadi kecelakaan korban tidak sadar dan meninggal dunia di tempat," kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (1/2/2022).

Dijelaskan Marwanto, kecelakaan maut itu bermula saat korban mengendarai motornya dari arah selatan atau Eromoko menuju ke arah Wuryantoro.

Sesampainya di lokasi, korban yang diduga berkendara dengan kecepatan tinggi tidak bisa menguasai secara penuh laju kendaraanya sehingga oleng.

"Jadi korban hilang keseimbangan kemudian terjatuh dan menabrak gapura atau tugu perbatasan. Sepertinya korban tidak lepas dari kendaraannya," paparnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Honda Scoopy Tabrak Gerobak Angkringan, Pemotor Diduga Melaju Kencang

Menurut Marwanto, kondisi jalan yang menjadi lokasi kecelakaan saat itu cukup terang dan kondisi cuaca kering atau tidak sedang diguyur hujan.

"Sepertinya langsung menabrak tugu dan korbannya mengalami luka di kepala. Saat itu korban sendiri, tidak ada pembonceng," jelasnya.

Atas kejadian itu, Marwanto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara serta selalu memakai perlengkapan yang sesuai.

Terlebih, apabila tidak memahami dan menguasai kontur jalan. Sehingga berkendara secara safety harus menjadi prioritas utama bagi pengguna jalan.

"Kalau menggunakan motor dengan kecepatan tinggi, harapannya tidak memacu secara maksimal, harus safety dan pelan-pelan, yang penting selamat," tandas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved