dr Erlina Burhan Sebut Pasien Omicron Lebih Cepat Sembuh: Hari Kelima sampai Ketujuh Sudah Pulih

Ketua PDPI, dr Erlina Burhan membeberkan bahwa pasien Covid-19 Varian Omicron lebih cepat sembuh.

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
dok. tribunnews
Ilustrasi Varian Omicron 

TRIBUNSOLO.COM - Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan membeberkan bahwa pasien Covid-19 Varian Omicron lebih cepat sembuh dibandingkan pasien Varian Delta.

Hal tersebut karena dipengaruhi oleh gejala yang ditimbulkan Varian Omicron lebih ringan.

"Dibandingkan pasien Delta maka bisa batuk berkepanjangan sampai sesak napas. Dari data-data Omicron karena cenderung ringan pemulihan cepat," jelasnya dalam webinar Jangan Lengah, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Mencegah Penularan Covid-19, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Nasib Tempat Wisata Sragen di Tengah Ancaman Omicron, Bupati : Tetap Buka, Kegiatan Ekonomi Jalan

Baca juga: Ada 39 Pasien Covid-19 dari Solo dan Klaten Dirawat di RSDC AHD, Dandim: Tidak Ada Temuan Omicron

Dari pengamatan perawatan pasien, dr Erlina Burhan mengatakan, pasien Varian Omicron pada hari kelima sampai ketujuh biasanya sudah pulih dan negatif.

"Tapi tetap acuan kita, baik pasien Omicron atau Delta tanpa gejala harus menjalani isolasi 10 hari. Sementara pasien Covid-19 dengan gejala harus 10 dan ditambah 3 hari bebas gejala," ujar dr Erlina Burhan.

Ia memaparkan, berdasarkan laporan 43 kasus Omicron di Amerika Serikat pada 1-8 Desember 2021, data dari 37 pasien simptomatik atau bergejala yang mengalami batuk 89 persen, fatigue 65 persen, hidung tersumbat 59 persen, demam 38 persen, mual atau muntah 22 persen, sesak napas 16 persen, diare 11 persen, dan anosmia 8 persen.

Sementara, berdasarkan pengamatan pada 17 pasien probable Omicron dan Omicron di RSUP Persahabatan, sebanyak 65 persen bergejala ringan, batuk kering 63 persen, nyeri tenggorokan 54 persen, pilek 27 persen, sakit kepala 36 persen, demam 18 persen.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan per Rabu(2/2) ada 2.980 orang dinyatakan positif Varian Omicron. Dari jumlah itu 1.100 pasien telah dinyatakan sembuh.

"Dari total tersebut 1.100 orang telah dinyatakan sembuh," kata Nadia.

Adapun 2.980 kasus itu, terdiri dari PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) 1.602, tranmisi lokal sebanyak 1.093 kasus dan masih diverifikasi bersumber dari mana sebanyak 285 kasus.

Sementara itu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menuturkan, sudah ada 5 pasien Omicron yang meninggal dunia.

Ia menyebut, mayoritas mereka belum divaksinasi lengkap dan merupakan lansia.

Baca juga: Sudah Prediksi Omicron Pasti Masuk ke Solo, Wali Kota Gibran : Bukan Menakuti, Tapi untuk Antisipasi

Baca juga: Hati-hati, Ini 7 Tempat Paling Berisiko Menjadi Pusat Penularan Omicron, Termasuk Transportasi Umum

Perbanyak vitamin

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi RSCM, Prof Iris Rengganis mengatakan, vitamin maupun suplemen penguat imun tubuh sebaiknya dikomsumsi sebagai pencegahan. Artinya, sangat dianjurkan diminum sebelum sakit.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved