Berita Klaten Terbaru
Situs Inilah yang Buat Jalan Tol Solo-Jogja Dibuat Melayang, Selama Ini untuk Sembahyang Umat Hindu
Di balik pengerjaan proyek Tol Solo-Jogja di sepanjang Kabupaten Klaten, ada kisah-kisah yang menyertai.
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Di balik pengerjaan proyek Tol Solo-Jogja di sepanjang Kabupaten Klaten, ada kisah-kisah yang menyertai.
Adalah keberadaan dua benda yang diyakini kuat sebagai situs cagar budaya di Keprabon dan Wonoboyo di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan.
Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, benda yang berupa Yoni dengan berbagai ornamen kepala kura-kura itu selama ini didatangi Umat Hindu untuk sembahyang.
Terlebih di sekitar itu ada reruntuhan bangunan menyerupai candi yang berada di tengah sawah.
Bahkan kini saat proyek fisik dijalankan, alat berat dan mesin pengeboran tanah tampak tak menggusur benda cagar budaya tersebut.
Padahal dalam penetapan lokasi proyek tersebut, harusnya menggusur, tetapi akhirnya ada keputusan jika pengerjaan tol tak akan merusak cagar budaya.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudporapar Klaten, Yuli Budi Susilowati membenarkan, Proyek Strategis Nasional (PSN) seksi I itu melewati 2 cagar budaya Wonoboyo dan Keprabon.
"Terakhir informasi yang kami dapatkan akan dibuatkan jalan layang khusus untuk 2 situs ini, jadi tak akan menggusur," aku dia kepada TribunSolo.com, Kamis (17/3/3022).
Pihaknya mengaku, selama ini berkoordinasi dengan kontraktor hingga PPK yang mengerjakan Jalan Tol Solo-Jogja agar membuat kebijakan soal dua situs tersebut.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dari informasi terakhir sudah tidak ada situs lain di sekitarnya, tetapi ada perlakukan khusus dengan dua Yoni tersebut yang digunakan untuk sembahyang umat Hindu.
Baca juga: HUT ke-277 Kota Solo, Wakil Wali Kota Solo Teguh : Bentuk Ekosistem Kreatif & Pantang Menyerah
Baca juga: Hore! Rest Area Tol Solo-Jogja di Karangnongko Klaten Batal Pindah, Siap-siap Banyak Lowongan Kerja?
"Tapi bersyukurnya bahwa yang di Keprabon itu jalannya menyamping bukan jalan layang," jelasnya.
"Nanti rencana dari pihak pengembang atau proyek akan menyediakan jalan untuk masuk ke lokasi, tapi nanti kita lihat lebih lanjut berkembangnya," sambungnya.
Meskipun demikian, ada permintaan khusus dari umat Hindu di Jogonalan, agar bangunan Tol Solo Jogja tak menghalangi pandangannya saat beribadah.
"Tetap untuk situs dan yoni di sana teman-teman komunitas Hindu bisa langsung selangit (tanpa tertutup bangunan)," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-proyek-Tol-Solo-Jogja-yang-tidak-menggusur-situs-caga.jpg)