Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Cerita dari Solo

Kenapa Nasi Angkringan Disebut sebagai Sego Kucing di Solo, Ternyata Begini Asal Usulnya

Nasi kucing atau sego kucing merupakan menu utama di angkringan atau populernya di Solo adalah HIK atau wedangan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUN LAMPUNG/HERU PRASETYO
Ilustrasu nasi kucing sajian dari Angkringan 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -- Bicara salah satu kuliner paling kondang di Solo Raya, nasi kucing bisa masuk dalam daftar.

Nasi kucing atau sego kucing merupakan menu utama di angkringan atau populernya di Solo adalah HIK atau wedangan.

Nasi kucing merupakan menu sederhana, berisi nasi dengan lauk sambal teri dan oseng tempe. 

Namun beberapa waktu belakangan, seiring tren angkringan modern membuat nasi kucing mengalami evolusi.

Kini nasi kucing tak sekadar lauk teri, melainkan ada udang, jambal, hingga telur. 

Baca juga: Kerap Bikin Bingung Orang Jogja & Solo, Ternyata Ini Perbedaan HIK dan Angkringan Serta Asal Usulnya

Baca juga: Hanya di Sukoharjo, Vaksinasi Sambil Wedangan saat Malam Hari: Suasana Santai

Lantas, sebetulnya mengapa hidangan ini disebut dengan nasi kucing? Berikut penjelasan ringkasnya. 

Gunadi S.Pd.I atau akrab disapa Gugun selaku inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan Ngerangan Klaten mengatakan bahwa penyebutan nasi kucing merujuk pada lauk awalnya. 

Mulanya nasi kucing berisi sambal, gereh pindang, serta sedikit nasi.

Gereh pindang sendiri merupakan satu lauk yang umum digunakan sebagai makanan kucing.

Karena hal tersebut masyarakat mulai menamai hidangan ini dengan sebutan nasi kucing atau sego kucing.  

"Istilah sego kucing itu karena di situ menu awalnya ada sambal sama gereh, terus nasinya sedikit. Nah gereh itu senengannya kucing, gereh pindang keranjangan itu," jelas Gugun, Rabu (18/01/2022).

"Makanya disebut sego kucing karena dulu menunya makanannya kucing," tambahnya. 

Kendati demikian ada pula yang mengatakan bahwa nama nasi kucing dipilih karena porsinya yang sedikit.

Menurut Gugun hal tersebut pun tidak keliru sebab nyatanya porsi nasi kucing pun sedikit.

"Itu persepi, tapi bisa jadi seperti itu. Karena menu atau porsinya untuk kucing sedikit juga bisa," ungkap Gugun. 

"Menu awal itu ada sambal, gereh, sama nasi sedikit itu. Mungkin teri itu karena mungkin habis pindangnya, habis gerehnya karena kan itu pengembang saja," ujar Gugun.

Dewasa ini menu nasi kucing semakin beragam.

Menu tersebut biasanya berkembang sesuai dengan daerah tempat tinggal.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kenapa Nasi Angkringan Disebut Nasi Kucing?

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved