Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Geger Guru Besar Unsoed Diduga Lecehkan Mahasiswi, Pihak Kampus Bentuk Tim Pemeriksa

Pihak kampus kemudian mengambil langkah tegas terkait kasus dugaan kekerasan seksual ini.

Tribun Banyumas
KEKERASAN SEKSUAL - Spanduk bertuliskan "Unsoed Darurat Kekerasan Seksual dan Lindungi Korban Bukan Pelaku" terbentang mencolok di depan Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (24/7/2025). Hal itu wujud keprihatinan mahasiswa terhadap kasus dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang dosen bergelar profesor kepada mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed. 

TRIBUNSOLO.COM - Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah belakangan menjadi sorotan terkait dengan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswinya.

Kasus ini diduga terjadi di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed.

Baca juga: Tuduh Hotman Paris Lakukan Pelecehan pada Aspri, Razman Nasution Kini Dituntut 2 Tahun Penjara

Sementara itu pelakunya diduga adalah seorang oknum dosen bergelar Profesor.

Sebagai informasi, Unsoed adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.

Universitas ini didirikan pada 23 September 1963 dan berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia

Pihak kampus kemudian mengambil langkah tegas terkait kasus dugaan kekerasan seksual ini.

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim pemeriksa yang terdiri dari tujuh orang untuk menangani kasus ini.

"Yang utama saya tegaskan bahwa Unsoed berkomitmen terhadap penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual. Tim pemeriksa telah bekerja untuk melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus tersebut," tegas Kuat dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (24/7/2025).

Kuat menjelaskan bahwa tim pemeriksa telah melakukan langkah awal dengan memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait.

"Kami telah memanggil Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (SATGAS PPK) selaku penerima laporan. Kemudian juga telah memanggil terlapor. Saat sekarang masih melakukan pendalaman," kata Kuat.

Namun, Kuat yang juga menjabat sebagai ketua tim pemeriksa, menyatakan bahwa belum ada kesimpulan yang dapat diberikan terkait kasus dugaan kekerasan seksual tersebut, karena proses pendalaman masih berlangsung.

"Jadi sampai sekarang belum ada kesimpulannya, sebab masih dalam proses pendalaman," ujar Kuat.

Tim Pemeriksa berencana melanjutkan pendalaman dengan memanggil para saksi dan tenaga ahli jika diperlukan.

Kuat menekankan bahwa Unsoed akan bertindak cermat dan hati-hati dalam menangani kasus ini.

"Kami sampaikan, jangan menyangsikan keseriusan Unsoed dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus. Karena selama ini sudah banyak kasus yang diselesaikan dengan baik. Kami tegaskan, Unsoed berkomitmen sebagai kampus anti kekerasan seksual. Karenanya, kami akan menuntaskan kasus ini," tegas Kuat.

KEKERASAN SEKSUAL - Spanduk bertuliskan
KEKERASAN SEKSUAL - Spanduk bertuliskan "Unsoed Darurat Kekerasan Seksual dan Lindungi Korban Bukan Pelaku" terbentang mencolok di depan Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (24/7/2025). Hal itu wujud keprihatinan mahasiswa terhadap kasus dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang dosen bergelar profesor kepada mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed. (Tribun Banyumas)

Baca juga: Malam-malam Dapat WA Bernada Pelecehan Seksual, Pemuda di Kulon Progo Polisikan Tokoh Masyarakat

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved