Berita Klaten Terbaru
Kolektor Beberkan Kriteria Keris Mahal, Mulai dari Sejarah hingga Material
Ada beberapa alasan kenapa keris bisa dibeli mahal oleh para kolektor. Keris mahal tentu memiliki material yang tidak biasa.
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada beberapa alasan kenapa keris bisa dibeli mahal oleh para kolektor.
Keris mahal tentu memiliki material yang tidak biasa.
Eko Kuswanto (54) kolektor dan pedagang keris dari tahun 2001 di Kabupaten Sleman, DIY menjelaskan bahwa selain usia namun material membuat nilai jual keris tinggi.
Baca juga: Melirik Investasi Keris di Klaten, Harga Bisa Tembus Ratusan Juta: Penggemar Mulai Merambah Milenial
Baca juga: 100 Hari Gibran Pimpin Solo, Anggota DPRD: Museum Radya Pustaka & Keris Belum Dapat Sentuhan
"Seperti ini harganya Rp 20 juta (sambil menunjukkan keris) ini pedang keris era nom-noman sekitar tahun 1920 masih muda," kata dia.
"Tapi karena materialnya bagus handle kerisnya dari gading gajah," tambahnya.
Dia menjelaskan, bahwa keris memiliki 3 macan material yaitu besi, baja dan nikel. Semua punya kualitas dan harga yang berbeda-beda.
"Yang paling mahal nikel dari meteorid, batu meteor yang jatuh itu mengandung nikel," jelasnya.
Menurutnya keris dapat dijadikan investasi karena nilai jualnya mengikuti inflasi.
Baca juga: Bermodalkan Keris hingga Batu Akik, Dukun Ini Cabuli Gadis 16 Tahun di Kendal
"Jadi menurut saya nilai kenaikan keris bisa melebihi angka inflasi, baik yang berkualitas ataupun tidak. Kalau keris yang berkualitas nilainya akan terus naik sedangkan keris biasa kan naik juga," ucapnya.
"Karena saya sudah membuktikan sendiri, karena menjadikan keris sebagai lahan mencari nafkah hingga saat ini masih mencukupi," aku Eko kepada TribunSolo.com.
Eko menjelaskan, bahwa dirinya merupakan pedagang kecil dan tidak terlalu ngotot untuk berburu keris, sehingga hasilnya tidak besar seperti yang lainnya.
"Minimal keuntungan bersih saya dapat Rp 5 juta sebulan," terangnya.
Eko menjelaskan, bahwa harga keris tertinggi adalah Rp 350 juta keris yang dibuat sekitar tahun 1900an.
Namun menjadi bernilai karena sejarahnya, keris itu buatan keraton Surakarta yang dimiliki Pakubuwana ke-9 dan kualitas barangnya sangat bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Eko-menunjukkan-keris-seharga.jpg)