Berita Solo Terbaru

Menanti Gebrakan Gibran untuk Tahun-tahun Berikutnya,Kini 26 Februari 2022 Tepat Setahun Pimpin Solo

Hari ini pada tanggal 26 Februari 2022, tepat setahun Gibran Rakabuming Raka memimpin Kota Solo.

TribunSolo.com/Istimewa
Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pidato pertamanya menjadi Wali Kota Solo seusai pelantikan dan pengambilan sumpah dan di sampingnya foto Jokowi di Grha Paripurna DPRD Kota Solo, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hari ini pada tanggal 26 Februari 2022, tepat setahun Gibran Rakabuming Raka memimpin Kota Solo.

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, dilantik pada Jumat 26 Februari 2021 di gedung DPRD Solo bersama wakilnya Teguh Prakosa.

Ada yang menilai kepemimpinnya berhasil melalui rangkuman survei, tetapi ada juga pihak yang menganggap masih banyak pekerjaan rumah (PR).

Kini, publik Kota Bengawan memantu gebrakan apalagi yang akan dilakukan Gibran tahun-tahun berikutnya.

Di depan mata sudah ada rencana pembangunan rel layang Joglo hingga penataan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang menapatkan suntikan modal dari investor hingga Rp 20 miliar.

Lalu apa lagi selain itu?

Baca juga: Saat Gibran Lepas 28 PNS Pemkot Solo yang Purna Tugas, Satu di Antaranya Mantan Pejabat Era Jokowi

Baca juga: Vaksinasi Booster di Pasar Klewer Sasar 9 Ribu Orang, Gibran Pantau Langsung di Lokasi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Ketua DPD PKS Kota Solo Daryono mencatat ada lima hal yang patut disoroti.

1. Jumlah Penduduk Miskin Meningkat

Daryono mencatat ada kenaikan jumlah penduduk miskin di Kota Solo sebesar 0,37 persen pada tahun 2021 ini. Tercatat pada tahun 2020 persentase penduduk miskin berada di angka 9,03 persen.

"Itu meningkat di tahun 2021 menjadi 9,4 persen atau 48.790 penduduk. Capaian ini menjadikan Kota Solo menempati posisi teratas kemiskinan untuk tingkat kota di Jawa Tengah," kata Daryono, kepada TribunSolo.com.

2. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Menurun

Berdasarkan data DJPK Kemenkeu per 22 Februari 2022, PKS mencatat capaian PAD pada tahun 2021 menurun dibandingkan pada tahun 2020.

Daryono mengklaim capaian PAD pada tahun 2020 sebesar Rp475 miliar. Sementara di 2021 menurun sekitar Rp67 miliar.

"Saat ini capaian PAD pada tahun 2021 sebesar Rp408 miliar. Padahal, kondisi pandemi sudah berangsur membaik dan mereda," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved