Berita Klaten Terbaru

Tak Jadi Dapat Rp 2 Miliar, Pria Terdampak Tol Solo-Jogja Asal Ngawen Layangkan Gugatan ke PN Klaten

Warga terdampak Tol Solo-Jogja mengajukan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten.

Penulis: Tribun Network | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI : Tumpukan uang rupiah pecahan Rp 50.000 untuk ganti rugi tol. 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga terdampak Tol Solo-Jogja mengajukan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten.

Adapun warga bernama Ismail (48) asal Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten protes karena uang ganti rugi (UGR)yang sedianya ia terima Rp 2 miliar direvisi jadi Rp 70 juta.

Kuasa Hukum Ismail, Agus Harsono menjelaskan, Ismail yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian menunjuk tiga kuasa hukum yang dipimpin dirinya.

"Klien kami atas nama Ismail merasa kecewa karena uang ganti rugi tanah pekarangan miliknya untuk jalan tol itu ada perubahan nominal," jelas dia dikutip dari TribunJogja.com.

Ia menilai, perubahan nominal UGR dari Rp 2 miliar jadi Rp 70 juta tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bahkan melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2021 pasal 69 ayat 4 bahwa hasil penilaian bersifat final dan mengikat.

"Jadi hasil penilaian tidak bisa direvisi. Penetapan pertama UGR Rp 2 miliar itu tanggal 28 Oktober 2021, kemudian direvisi tanggal 3 November jadi Rp 70 juta, datanya ada," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Ismail lainnya, Dwi Wahyu Prapto Wibowo menambahkan pihaknya sudah memasukan gugatan secara online ke PN Klaten.

Baca juga: Tol Solo-Kertosono Bakal Dipasang Speed Camera, Kecepatan Lebih dari 120 Km/Jam Ditilang 

Baca juga: Menanti Gebrakan Gibran untuk Tahun-tahun Berikutnya,Kini 26 Februari 2022 Tepat Setahun Pimpin Solo

Adapun pihak-pihak yang tergugat dalam kasus itu yakni, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Tim Appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan serta PT Jogja-Solo Marga Makmur (PT JMM).

"Ada tiga tergugat dalam perkara ini, mulai dari BPN, tim appraisal dan PT JMM. Tuntutan kita menyatakan revisi itu tidak sah," ulasnya.

Ia menambahkan, perubahan nilai UGR yang dari Rp 2 miliar menjadi Rp 70 juta tersebut sempat membuat bingung kliennya.

Pasalnya, kliennya telah terlanjur berjanji ke sebuah madrasah akan menyisihkan sebagian penghasilan UGR itu untuk pembangunan madrasah.

"Psikis klien kami kena, sudah berjanji ke madrasah nanti akan menyisihkan uang tapi jadinya begini," imbuhnya.

Sementara itu, Ismail mengaku kecewa dengan perubahan nilai UGR tanah miliknya itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved