Berita Klaten Terbaru

Tak Jadi Dapat Rp 2 Miliar, Pria Terdampak Tol Solo-Jogja Asal Ngawen Layangkan Gugatan ke PN Klaten

Warga terdampak Tol Solo-Jogja mengajukan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten.

Penulis: Tribun Network | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI : Tumpukan uang rupiah pecahan Rp 50.000 untuk ganti rugi tol. 

"Rencananya buat beli rumah lagi, karena sehari-hari tinggal disana juga," kata Tantriana. 

"Alhamdulillah sudah dapat Lokasi baru beda Desa tapi masih di 1 Kecamatan, di Desa Mayungan," jelasnya.

Baca juga: Pengeboran Jalan Tol Solo-Jogja Terkendala Batu Besar,Warga Sawit Boyolali : Itu Istana Makhluk Gaib

Tantriana menjelaskan, bahwa pembanguan ini telah ia dengar semenjak kecil. 

"Wacana untuk pembangunan tol itu sudah lama banget, saya sudah dari kecil udah ada wacana itu. Tapi baru terealisasi saat udah besar," kata dia. 

Meski banyak tawaran yang menghampiri, dirinya mengaku belum memikirkannya.

"Untuk saat ini belum kepikiran untuk yang lain, untuk ditabung saja," ujar Tantriana.

Baca juga: Kejadian Aneh di Proyek Tol Solo-Jogja, Berkali-kali Tanah di Sawit Dibor, Muncul Terus Batu Raksasa

"Sudah banyak yang menawari mobil, tapi nanti dipikir-pikir dulu karena masih banyak yang jauh lebih penting. Untuk saat ini saya fokus untuk rumah dulu," tegasnya. 

Ditemui di lokasi yang sama Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono menjelaskan, hari ini merupakan pembayaran UGR tol untuk 3 desa. 

"Alhamdulillah untuk hari ini mencairkan dana uang ganti rugi untuk 3 Desa Senden 4 bidang, Desa Pepe 23 bidang dan Desa Manjungan ada 18 bidang," terangnya.

"Dengan nilai total sekitar Rp 45 Miliar," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa pembayaran UGR tol di Klaten sempat tertunda. 

Hal tersebut, dikarenakan pihaknya menunggu proses verifikasi data dari pihak Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). 

"Memang agak tertunda wilayah Ngawen karena pihak pejabat dari LMAN yang melakukan verifikasi sedang cuti sehingga (pembayaran) agak tertunda," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved