Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Biaya Haji 2022 Naik Jadi Rp 100 Juta, DPR RI Ungkap Penyebabnya, Kini Putar Otak Biar Terjangkau

Konon beredar hitung-hitungan baru, jika kenaikan biaya haji yang ditanggung jemaah bisa menyentuh angka Rp 100 juta.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Asep Abdullah
Jemaah tengah berada di lingkungan Masjid Nabawi di kota paling suci kedua dalam agama Islam di Madinah, Arab Saudi saat ibadah haji 2019. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR  - Biaya haji ke tanah suci Arab Saudi mengalami lonjakan di masa pandemi Covid-19.

Konon beredar hitung-hitungan baru, jika kenaikan biaya haji yang ditanggung jemaah bisa menyentuh angka Rp 100 juta.

Meski demikian, pemerintah pusat bersama panitia kerja (panja) DPR tetap melobi  maskapai penerbangan haji agar bersedia menurunkan biaya transportasi menuju ke Arab Saudi.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti mengaku, ongkos naik haji pada 2019 lalu masih berkisar Rp 35 juta. 

Baca juga: Nasib Calon Jemaah Haji Indonesia yang Lunas di Tahun 2020, Ada Titik Terang Bisa Berangkat Kapan

Baca juga: Deretan Bisnis Haji Faisal Mertua Mendiang Vanessa Angel, Kini Makin Ramai karena Kerap Muncul di TV

"Itu pun sudah disubsidi pemerintah melalui mekanisme Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan yang memberikan subsidi dari hasil kelola dana investasi haji," ucap Endang kepada TribunSolo.com, Jumat (4/3/2022).

Lantas, Endang menyebut jika biaya naik haji tahun ini bisa mencapai sekitar Rp 75 juta hingga Rp 100 juta per jemaah.

Dia menuturkan biaya yang mencapai Rp 100 juta termasuk biaya penerbangan ke Arab Saudi.

"Riil biaya naik haji itu kalau tidak disubsidi pemerintah, untuk penerbangannya saja sudah Rp 35 juta, yang bikin mahal itu. Kita pakai sistem carter pesawat, komponen ground handling enggak murah," kata Endang

Dia mengaku pihaknya bersama pemerintah pusat sedang melakukan lobi kepada maskapai penerbangan di Indonesia, maupun pemegang otoritas bandara di Arab Saudi.

Hal ini sebagai upaya mencapai kesepakatan agar menguntungkan jemaah. 

"Kami sedang mengupayakan agar beban calon jemaah haji dari Indonesia menjadi lebih ringan," tutur Endang.
 
Lebih lanjut, Enda mengatakan panja sedang memperjuangkan nasib jemaah calon haji tahun 2020 yang sudah melunasi biaya naik haji.

Pemerintah ingin membebaskan jemaah haji tahun 2020 dari penambahan aneka komponen tersebut. 

"Mereka yang sudah lunas, seharusnya tidak lagi dibebani biaya-biaya tambahan, itu beda persoalan jika sudah ada yang menarik dananya," ujar Endang.

Ia memastikan subsidi ibadah haji tahun 2022 tetap diberikan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved