Berita Klaten Terbaru

Kesaksian Warga Sambungrejo Klaten yang Mengungsi Setelah Dengar Gemuruh Merapi: Terparah Tahun Ini

Menurutnya, kejadian semalam merupakan kejadian terparah selama tahun ini, karena kata Yuniarti jika terjadi erupsi biasanya mengarah ke barat. 

Tayang:
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IBNU D TAMTOMO
Penampakan Gunung Merapi dari Desa Balerante, Kamis (10/3/2022). 

Sejauh ini pantauan TribunSolo.com, aktivitas warga sudah kembali normal, meski begitu warga tetap waspada karena tinggal di kawasan rawan bencana.

"Kalau di desa sini aktivitasnya sudah normal. Yang peternak sudah cari rumput dan anak sekolah juga masuk,"  jelasnya.

"Karena warga sudah paham betul kalau kita tinggal di lingkungan yang rawan bencana," imbuhnya.

Yuniarti menjelaskan bahwa warga akan meningkatkan kewaspadaan melalui ronda malam. 

"Mulai nanti malam sepertinya udah mulai digalakkan lagi untuk ronda malam. Tapi tetap patokan kita harus waspada tapi enggak boleh ketakutan dengan kondisi (Gunung Merapi)," pungkasnya.

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer, 60 Warga di Klaten Mengungsi

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) sebanyak lima kali sepanjang Rabu (09/03/2022) hingga Kamis dini hari (10/3/2022). 

Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 75 mm dan durasi maksimal 570 detik.

Jarak luncur kurang lebih sejauh 5000 meter atau 5 kilometer ke arah Tenggara, dengan arah angin ke Barat Laut.

"Akibatnya sekitar Kamis pukul 02.40 WIB sejumlah 60 jiwa dari Desa Balerante yaitu Dukuh Sambungrejo, Dukuh Sukorejo, Dukuh Ngipiksari dan Dukuh Balerante," Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Sri Winoto dikutip dari keterangan pers.

"Khususnya kelompok rentan telah dilakukan pengungsian ke Tempat Evakuasi Sementara (TES) di Balai Desa Balerante," imbuhnya.

Baca juga: Merapi Kembali Muntahkan Guguran Lava, BPPTKG Yogyakarta Minta Masyarakat Waspada Lahar Dingin

Baca juga: Gunung Merapi Terus Saja Keluarkan Awan Panas Guguran, Warga di Radius Bahaya Diminta Selalu Waspada

Sedangkan untuk wilayah kawasan rawan bencana (KRB) Desa Sidorejo dan Desa Tegalmulyo, warganya tidak melakukan pengungsian dan berada di rumah masing-masing.

Lantas pada Kamis (10/3/2022) aktivitas Gunung Merapi sudah menurun.

"Sampai dengan saat ini juga dilaporkan tidak terjadi hujan abu dan material lain di wilayah Kabupaten Klaten," ungkap Sri Winoto.

BPBD Klaten sejauh ini telah meninjau lokasi Desa Balerante sekaligus memberikan logistik. 

"Logistik dan masker sudah kita kirim untuk antisipasi pengungsian sementara dan dampak erupsi Merapi," terangnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved