Berita Karanganyar Terbaru
Nasib Warga Desa Papahan Karanganyar Setelah Diterjang Banjir: Barang Elektronik Rusak
Nasib apes dialami salah satu warga Perumahan Griya Mutiara Papahan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Nasib apes dialami salah satu warga Perumahan Griya Mutiara Papahan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Sebab, rumahnya terdampak banjir karena tanggul jebol.
Pria tersebut bernama Sigit (34), yang juga berprofesi sebagai penjual kelapa di utara RS PKU Karanganyar.
Baca juga: Tanggul Jebol, Perumahan Griya Mutiara Papahan di Tasikmadu Karanganyar Kebanjiran hingga Satu Meter
Baca juga: Tanggul Sungai Bengawan Solo di Desa Pilang Sragen Ambrol, Warga Khawatir Banjir Datang Tiba-tiba
Sigit mengatakan, banyak barang-barang elektronik yang berada di rumahnya rusak diterjang air sungai.
"Banyak yang rusak tergenang banjir frezer, kulkas, dan elektronik, total kerugian sekitar Rp 15 juta," ucap Sigit, kepada TribunSolo.com, Jum'at (11/3/2022).
Sigit mengatakan saat itu, dirinya berfokus pada evakuasi istrinya yang sedang hamil 4 bulan dan anaknya ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Tanggul Bengawan Solo Ambrol, Ratusan Warga Masaran Sragen Terancam, Khawatir Tiba-tiba Air Meluap
Bahkan, pakaian yang ia dimiliki tak bisa dipakai karena sudah terendam air sungai yang tingginya hingga 1,5 meter.
"Syukur tidak ada korban namun banyak barang-barang saya yang rusak, baju saya sementara saya pinjam ke saudara saya," ujar Sigit.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan kepada dirinya dan warga yang terdampak luapan air sungai tersebut.
Baca juga: Tanggul Jebol, Puluhan Hektar Sawah Milik Petani di Cawas Klaten Porak-poranda, Terancam Gagal Panen
Ia mengaku saat ini tengah melakukan pembersihan di dalam dan sekitar rumahnya yang habis diterjang luapan air sungai.
Sementara itu, Haryanto ketua Paguyuban Perumahan Griya Mutiara Papahan mengatakan, pihaknya masih berfokus dalam pembersihan sisa lumpur-lumpur dari luapan air sungai yang menerjang Kamis (10/3/2022) lalu.
"Yang terdampak Blok B, C, D, dan E, paling parah sebelah barat, Kami meminta tanggul diperkuat dan di perkokoh agar tidak terjadi lagi," singkatnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-Perumahan-Griya-Mutiara-Papahan.jpg)