Dua Polisi Terdakwa Penembak 6 Laskar FPI Divonis Bebas, Hal Ini yang Jadi Pertimbangan Hakim

Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas kepada kedua terdakwa yaitu Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing 

TRIBUNSOLO.COM. JAKARTA - Sidang pembacaan vonis kasus unlawful killing 6 Laskar FPI digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Putusan mengejutkan dibacakan Majelis Hakim dalam pembacaan vonis.

Pasalnya, Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas kepada kedua terdakwa yaitu Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella.

Berikut penyataan hakim:

"Mengadili, menyatakan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf," kata Hakim Ketua, Arif Nuryanta, saat membacakan vonis di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan.

"Melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan memulihkan hak-hak terdakwa," tambahnya.

Baca juga: Pengacara Heran Habib Bahar Jadi Tersangka Kasus 6 Laskar FPI Meninggal: Pasti Ada Sponsornya

Baca juga: Eks Panglima Laskar FPI Diduga Bantu Aniaya M Kece, Pengacara Pastikan Habib Rizieq Tidak Terlibat

Hakim memiliki pertimbangan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Namun kata Hakim, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella tidak dapat dijatuhi hukuman karena melakukan pembelaan terpaksa.

"Terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella sebagai dakwan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas," kata Hakim Ketua saat membacakan vonis di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan.

Adapun vonis terhadap Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU dalam tuntutannya sebelumnya, menyatakan Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai dakwaan.

Kedua terdakwa diharapkan bisa dipidana 6 tahun penjara, demikian permintaan JPU kepada Majelis Hakim.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Menjatuhkan pidana terhadap dengan pidana penjara selama 6 tahun dengan perintah terdakwa segera ditahan," kata JPU saat membacakan tuntutannya, Selasa (22/2/2022).

Sementara itu, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved