Berita Karanganyar Terbaru

Ini Dusun Geneng, Hampir Semua Warganya Berprofesi Perajin Bata Merah, Kondang Selama Belasan Tahun

Dari total kepala keluarga, 70 persen warga di Dusun Geneng, Tasikmadu, merupakan perajin bata merah yang masih aktif.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO
Warga Dusun Geneng, Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar sedang mencetak adonan tanah, air dan abu menjadi bata merah mentah, Selasa (22/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Dusun Geneng, Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, merupakan salah satu sentra industri batu bata merah di Kabupaten Karanganyar.  

Hampir seluruh warga di dusun tersebut merupakan perajin bata merah.

Saat TribunSolo.com mengunjungi Dusun Geneng, Selasa (22/03/2022), hampir di setiap tepi jalan dusun tersebut jadi tempat menjemur batu bata merah.

Tampak batu bata merah mentah tersebut tersusun rapi.

Sementara di bagian bawah susunan bata merah tersebut diberikan sela kosong.

Baca juga: Kisah Sukses Produsen Bola Plastik di Trayu Banyudono, Berdayakan Tetangga, Kini Omzet Ratusan Juta

Baca juga: Jejak Pangeran Mangkubumi di Jenar : Buat Keraton Ing Alaga, Warga Sering Temukan Batu Bata Raksasa

Ruang kosong tersebut itu dipakai untuk tempat pembakaran bata merah hingga matang.

Kamti (56) warga Dusun Geneng, Kaling, Tasikmadu, menceritakan sejak tahun 1997 dusunnya sudah dikenal sebagai pembuat genteng.

"Dulu di sini mayoritas perajin genteng, karena cari bahan susah, kemudian kami (warga Dusun Geneng) beralih Bata Merah 2005," kata Kamti kepada TribunSolo.com, Selasa (22/3/2022).

Kamti mengatakan jumlah kepala keluarga di Dusun Geneng sekitar 900 KK.

Sementara itu, dia menuturkan dari total kepala keluarga, 70 persennya merupakan perajin bata merah yang masih aktif.

"Hampir 70 persen masih berprofesi sebagai perajin bata merah, sisanya bekerja sebagai pegawai," ucap Kamti.

Dia mengatakan bahan pembuatan bata merah berasal dari tanah sawah warga.

Ia mengaku pihaknya kesusahan mencari bahan baku bata merah pada waktu musim hujan, karena memasuki musim tanam.

"Kalau musim penghujan cari tanah untuk bahan baku bata merah susah, karena digunakan menanam," tutur Kamti.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved