Berita Solo Terbaru

Ide Bisnis & Cara Budidaya Tikus Putih : Modal Tipis, Tak Butuh Tempat Luas & Bisa Datangkan Cuan

Membuka peternakan tikus putih menjadi solusi di tengah banyaknya ide bisnis yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Peternakan tikus putih FamFarm yang berada di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Rabu (6/4/2022). 

"Kalau suhunya dibawah atau diatas itu, tidak bagus untuk budidayanya," ujarnya.

Dia biasanya menggunakan pakan BR-1 yang dicampur kangkung. Ketersediaan air minum untuk tikus juga jangan sampai terlewatkan.

Sebab, jika tikus mengalami dehidrasi, bisa menyebabkan kematian pada tikus.

"Biasanya pembeli menggunakan tikus ini untuk pakan reptil, keperluan laboratorium, untuk memancing, dan ada juga yang untuk peliharaan," jelas dia.

Tikus Kerap Jadi Hama

Tikus kerap kali dianggap hama, karena keberadaannya sangat mengganggu manusia.

Ya, jenis hewan pengerat itu dimusuhi para petani karena merusak tanaman, dan keberadaannya sangat mengganggu bila berada di dalam rumah.

Ditambah, tikus juga bisa menyebarkan penyakit mematikan seperti Leptospirosis, yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh urin tikus.

Baca juga: Bukan Kesetrum Listrik Jebakan Tikus, Pria Sragen Ini Tewas di Sawah Diduga karena Serangan Jantung

Baca juga: Bikin Geleng-geleng, Sekali Gropyokan Petani di Ngrampal Sragen Panen 500 Ekor Tikus Usia Produktif

Namun, tikus juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah bila dapat dimanfaatkan dengan baik.

Seperti yang dilakukan di tempat budidaya tikus putih Famfarm di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Menurut salah satu peternak tikus putih FamFarm, Yoga Adi Pamungkas (29), awalnya dia menekuni bisnis ini karena iseng.

"Kita sudah menjalankan bisnis ini selama 3 tahun," katanya, Selasa (6/4/2022).

Baca juga: Cara Kendalikan Hama Tikus Versi Dirjen Kementan : Tanam Bawang Putih Hingga Tomat di Pematang Sawah

Bisnis budidaya tikus ini hanya diawali dari obrolan tongkrongan.

Saat itu, Yoga dan temannya yang merupakan pecinta hewan reptil tengah membicarakan usaha yang bisa dilakukan dengan modal kecil.

"Saya dulu tukang parkir. Saat ngobrol dengan teman saya, awalnya ada budidaya cacing, tapi kita kendala tempat," ucapnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved