Ramadan 1443 H

Bagaimana Hukum Ghibah saat Ramadan? Ustaz: Tidak Membatalkan Puasa, tapi Membatalkan Pahala

Hukum ghibah saat puasa Ramadan disampaikan Dr. H. Abdul Matin bin Salman, M.Ag selaku Dosen IAIN Surakarta.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Grafis Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa Ramadan 1443 H. 

TRIBUNSOLO.COM -- Ada beberapa hal yang membatalkan puasa selain makan dan minum.

Di samping itu, Umat Muslim juga harus mengindari hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa Ramadan.

Salah satunya adalah ghibah atau membicarakan orang lain.

Hukum ghibah saat puasa Ramadan disampaikan Dr. H. Abdul Matin bin Salman, M.Ag selaku Dosen IAIN Surakarta dalam acara Tanya Ustaz di YouTube Tribunnews.com.

Dirinya menjelaskan, puasa tidak hanya menahan lapar, dahaga dan syahwat tetapi juga menjaga lisan.

Umat Muslim juga harus menjaga diri dari ghibah merupakan cara menjaga lisan selama berpuasa.

Baca juga: Hukum Puasa tapi Tidak Makan Sahur, Tetap Sahkah Puasanya? Begini Penjelasannya

Baca juga: Hukum Menggosok Gigi saat Puasa Ramadan, Ini Waktu yang Dianjurkan Menurut Ustaz Abdul Somad

Menurutnya di zaman sekarang, ghibah tidak hanya melalui lisan tapi bisa dilakukan melalui media sosial.

"Pada dasarnya, puasa menahan dari segala hal yang dilarang agama. Puasa bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat, tetapi juga menjaga lisan kita."

"Saat ini dalam rangka menjaga puasa kita, apalagi di zaman saat ini ghibah atau menggunjing orang lain tidak hanya melalui lisan, tapi bisa melalui Whatsapp, Instagram, Facebook, Telegram aplikasi lain dalam rangka menyebarkan hoaks atau bahkan menyebarkan keadaan yang nyata terjadi dan hal tersebut tidak disukai oleh kelompok atau individu tertentu," ujarnya.

Ustaz Abdul Matin menyampaikan hadist yang berisi pengertian ghibah, berikut artinya:

Ghibah adalah menyebutkan, menceritakan apa yang senyatanya terjadi kepada orang lain meski kejadian itu adalah faktual tetapi yang bersangkutan tidak suka apabila keburukannya diungkapkan kepada orang lain.

Yang termasuk ghibah juga berita palsu atau hoaks kemudian dibagikan kepada orang lain.

Ustaz mengingatkan bahwa ghibah tidak hanya membagikan keburukan orang lain tapi juga berita faktual tentang orang lain tapi orang tersebut tidak suka akan berita tersebut.

"Karena itu jika dalam keadaan puasa, berhati-hatilah mengeshare dan dalam kategori ghibah. Saat ini banyak sekali bermunculan cerita yang bersumber dari berita palsu."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved