Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Bermula dari Surakarta, Kolaborasi Grab-Asparindo Targetkan Digitalisasi 4.600 Pasar Tradisional

Grab meresmikan kerja sama dengan Asparindo dalam rangka digitalisasi pasar tradisional melalui program GrabMart Pasar.

Penulis: Inang Jalaludin Shofihara | Editor: AMALIA PURNAMA SARI
DOK. Humas Grab Indonesia
Grab mengukuhkan kerja sama strategis dengan Asosiasi Pengurus Pasar Indonesia (Asparindo) dalam rangka digitalisasi pasar tradisional melalui program GrabMart Pasar, Selasa (12/4/2022). 

Selain itu, para mitra yang telah bergabung di GrabMart berkesempatan mendapatkan promo menarik, seperti cashback bagi di setiap transaksi.

Sementara itu ,para pelanggan akan mendapatkan kemudahan melalui fitur Pesan Sekaligus yang memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman selayaknya berbelanja langsung di pasar tradisional.

Sebab, dengan membeli berbagai varian produk dari beberapa toko atau pedagang yang berbeda, pelanggan cukup membayar dengan satu ongkos kirim (ongkir) saja.

Baca juga: Penjelasan Pemkot Solo soal Slot Pasar Takjil UMKM Penuh di Angka 136 : Sisa 70 untuk PKL Vastenburg

Melalui program GrabMart Pasar, Grab dan Asparindo juga mengadakan pelatihan untuk UMKM.

Grab akan memberikan program pelatihan digital, webinar, dan edukasi bagi para pelaku UMKM dalam meningkatkan literasi pasar digital serta membantu memberdayakan ke dalam bisnis digital demi meningkatkan nilai daya saing pasar.

Berbagai pelatihan digital marketing, branding, dan pemanfaatan platform digital dalam program GrabMart Pasar bisa didapatkan para mitra Asparindo yang tergabung sebagai merchant Grab.

Program GrabMart Pasar juga membuka peluang Keikutsertaan Event bagi para mitra UMKM.

Sebagai bentuk komitmen antara Grab dan Asparindo, kerja sama strategis itu akan menghadirkan berbagai macam penyelenggaraan acara yang digelar secara offline maupun online.

Baca juga: Warganet Kecele Tak Bisa Daftar Pasar Takjil UMKM Solo: Janjinya 200 Slot, tapi Baru 136 Sudah Penuh

Berbagai kegiatan tersebut juga dapat diikuti para mitra UMKM binaan Asparindo dan yang tergabung sebagai merchant Grab.

Radita Riyanawati, Pemilik Kios Mb Radita di Pasar Legi, Surakarta, mengaku sudah merasakan dampak positif dari berbagai pelatihan yang diikutinya meski belum lama mengikuti program GrabMart Pasar.

“Saya sangat senang dapat mengikuti rangkaian pelatihan program GrabMart Pasar, seperti pelatihan membuat foto produk yang menarik, serta bagaimana memperbarui kuantitas produk di aplikasi agar pembeli dapat mengetahui produk yang tersedia di toko saya,” ujarnya.

Radita menyebutkan, perkembangan teknologi saat ini sangat membantu pedagang pasar tradisional bisa memperkenalkan produk lebih luas.

“Termasuk juga melayani pembeli secara online serta mendapatkan pelanggan yang sebelumnya tidak pernah dijangkau,” tuturnya.

Baca juga: Link Pendaftaran Pasar Takjil UMKM di Parkiran Benteng Vastenburg: Kuota 200 Lapak

Sementara itu, Ketua Umum Asparindo Joko Setiyanto mengatakan, pandemi yang terjadi saat ini turut mendorong adanya perubahan tren bagi masyarakat untuk berbelanja dan berbisnis secara digital.

Oleh karenanya, pasar tradisional yang merupakan salah satu tempat usaha bagi usaha kecil dan menengah harus terus dijaga dan terpelihara serta ditata keberadaannya.

Halaman
123
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved