Bermula dari Surakarta, Kolaborasi Grab-Asparindo Targetkan Digitalisasi 4.600 Pasar Tradisional
Grab meresmikan kerja sama dengan Asparindo dalam rangka digitalisasi pasar tradisional melalui program GrabMart Pasar.
Penulis: Inang Jalaludin Shofihara | Editor: AMALIA PURNAMA SARI
Joko menilai, diperlukan adopsi digital bagi pasar tradisional agar bisa beradaptasi dan meningkatkan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Melalui kerja sama dengan Grab Indonesia, diharapkan dapat memacu laju percepatan digitalisasi pasar tradisional agar tetap eksis dan berkembang menjadi pasar tradisional modern yang kokoh dan berdaya saing global,” tuturnya.
Lewat GrabMart Pasar serta berbagai program lainnya, Grab kerap merealisasikan komitmennya dalam mendorong digitalisasi UMKM Indonesia.
Baca juga: Hore, Parkiran Benteng Vastenburg Bakal Disulap Jadi Pasar Takjil UMKM Mulai 5 - 28 April 2022
Sebelumnya, Grab juga telah mengumumkan kerja sama dengan BNI. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pun sempat meninjau implementasi digitalisasi pasar tradisional hasil kolaborasi Grab dan BNI di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Kamis (24/3/2022).
Kerja sama Grab dan BNI tersebut mencakup fasilitas pembayaran cashless, dukungan fitur Pesan Sekaligus di GrabMart, Onboarding Debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI ke dalam GrabMart, serta pinjaman dari BNI ke mitra GrabMart di pasar Tomang Barat.
Grab juga telah mengumumkan kemitraan strategis dengan Kementerian Perdagangan RI pada 7 April 2022 untuk untuk mendorong program pasar rakyat digital.
Kemitraan tersebut sejalan dengan salah satu fokus Kementerian Perdagangan RI untuk terus mendorong pasar rakyat tetap beroperasi, khususnya selama masa pandemi Covid-19.
Kementerian Perdagangan RI menargetkan 1.000–2.000 pasar rakyat dan satu juta pedagang pasar rakyat terdigitalisasi pada 2022.
Baca juga: G20 di Solo Ada Acara Apa Saja? Ada Pameran UMKM Asli Solo di Loji Gandrung, Tapi Tak Boleh Makan