Berita Boyolali Terbaru

Kondisi Siswadi, Korban Begal di Cepogo Boyolali : Pinggang Sakit, Tak Kuat Duduk Lama

Siswadi hanya bisa berbaring meringkuk di kasur rumahnya. Sesekali ia merintih kesakitan pada pinggangnya akibat tendangan bengis begal di jalan SSB.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Tri Widodo
Siswadi tengah tiduran di kasur yang ada di rumahnya, Dukuh Panderejo, RT 01, RW 01, Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kamis (21/4/2022). Ia tak kuat berdiri karena pinggang sakit. Sakit pinggang itu dapatkannya dari begal yang menendangnya di Jalan Solo-Selo-Borobudur. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Siswadi hanya bisa berbaring meringkuk di kasur rumahnya.

Sesekali ia merintih kesakitan pada pinggangnya akibat tendangan bengis begal di jalan Solo-Selo-Borobudur (SSB), Rabu (20/4/2022) malam.

Warga Dukuh Panderejo, RT 01, RW 01, Desa Paras, Kecamatan Cepogo itu butuh perjuangan super ekstra sambil menahan sakit pinggang yang luar biasa untuk bisa duduk.

Usahanya menahan rasa sakit agar bisa duduk saat TribunSolo.com mengunjungi rumahnya tak berlangsung lama.

Dengan mimik wajah kesakitan Siswadi yang ditemani sang istri Rusniati, itu akhirnya menyerahkan.

Sakit pinggang akibat tersungkur setelah ditendang dua orang begal membuatnya tersiksa.

Meski Siswadi selamat dari maut, tapi raib uang  gaji yang dia terima dari pekerjaan di sebuah konveksi tak kalah membuatnya miris.

Baca juga: Lokasi Pembegalan Siswadi Warga Paras di Cepogo Boyolali : Sepi, Gelap & Tidak Ada CCTV

Baca juga: Warga Paras Boyolali Dibegal di Jalan SSB, Dipancal hingga Terkapar, Uang Gaji Rp 1,8 Juta Disikat

Uang sebesar Rp 1,8 juta yang dari hasil jerih payahnya bekerja ludes tanpa sisa.

Dua orang begal telah mengambil secara paksa saat Siswadi setengah sadar pasca mendapat sepakan maut itu.

Siswadi yang sudah tak bisa bicara banyak hanya bisa tertidur sambil menahan rasa sakit pada pinggangnya.

Baginya uang gaji itu sangat penting. Sebagai masyarakat desa, tradisi lebaran  butuh biaya besar.

Meski begitu, Sumadi sang ayah masih bersyukur.

Anaknya hanya kehilangan uang saja.

Anaknya masih diberikan keselamatan meski mengalami luka-luka.

Dia pun berharap agar kasus ini bisa segera terungkap sehingga tidak ada orang lain yang mengalami nasib yang sama dengan anaknya.

"Alhamdulillah masih selamat. Ya semoga aksi begal di Cepogo ini yang terakhir kalinya," harapnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved