Berita Wonogiri Terbaru

Tuang Bensin ke Botol Tapi Kompor di Rumah Menyala, Warung Milik Lasimin di Wonogiri Ludes Terbakar

Kejadian lagi, warung terbakar saat pemilik tengah mengisi bensin ke botol tapi saat bersamaan ada nyala api di rumahanya.

Tayang:
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Erlangga Bima
Warung milik Lasimin ludes terbakar di Dusun Ploso RT 2 RW 5 Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (5/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kejadian lagi, warung terbakar saat pemilik tengah mengisi bensin ke botol tapi saat bersamaan ada nyala api di rumahanya.

Ini menimpa warung sekaligus bangunan rumah milik Lasimin warga Dusun Ploso RT 2 RW 5 Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (5/5/2022) sore.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri, Joko Santosa mengatakan, peristiwa yang membuat warung kelontong ludes itu terbakar bermula saat pemilik warung sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke botol.

"Untuk dijual eceran lagi," kata dia kepada TribunSolo.com.

Saat itu, posisi pengisian botol BBM tersebut berada di dekat kompor yang sedang menyala.

Tak diduga, api dari kompor itu menyambar sehingga terjadi kebakaran.

"Api kemudian menyambar BBM itu dan menghanguskan seluruh barang dagangan berserta bangunan warung yang berada di samping dan menempel rumah," jelasnya.

Dalam penanganan kebakaran, kata dia, pihaknya menerjukan tujuh personil dengan dua unit mobil pemadam.

"Adapun pemadaman memerlukan waktu kurang lebih selama satu jam," terang dia.

Baca juga: Gaya Berbeda Bupati Juliyatmono Cek Tawangmangu : Pakai Rompi Bak Polisi, Bawa Trail Bikin Pangling

Baca juga: Bantuan untuk Pedagang Pasar Mebel Gilingan yang Terdampak Kebakaran Masih Dalam Proses Pendataan 

Joko memastikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka pada peristiwa tersebut. Hanya saja, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Pihaknya mengimbau, bagi masyarakat yang memiliki warung kelontong dan berjualan BBM eceran, diharapkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Menurut dia, APAR bisa digunakan sebagai penanganan awal apabila terjadi kebakaran demi menekan potensi kerugian yang lebih besar.

"Ke depan masyarakat memang harus berhati-hati apabila sedang mengisi bahan yang mudah terbakar, sebisa mungkin dijauhkan dari sumber api," tandas dia.

Terjadi di Klaten

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved