Berita Solo Terbaru

Hepatitis Akut Misterius Tidak Terdeteksi di Solo, Dinkes Ingatkan Bawa Alat Makan Sendiri 

Dinas Kesehatan Kota (DKK) memastikan saat ini tidak ada kasus Hepatitis Akut Misterius di Kota Solo.

TribunSolo.com/Vincentius Jyestha
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih saat dijumpai di Balai Kota Solo, Jl Jenderal Sudirman, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (3/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo memastikan saat ini tidak ada kasus Hepatitis Akut Misterius di Kota Solo.

"Belum ada kasus, mudah-mudahan tidak terjadi," kata Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, Selasa (10/5/2022). 

Meski begitu, antisipasi tetap harus dilakukan meskipun belum ada kasus.

Baca juga: Hepatitis Akut Terdeteksi di 5 Provinsi, Kenali Gejalanya dan Cara Mencegah Berikut Ini

Baca juga: Ditemukan 15 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia, Waspada Jika Anak Alami Diare, Lemas dan Susah Makan

Terlebih, hepatitis ini disebabkan oleh virus yang bisa menular. Terutama ke anak-anak. 

"Tapi kemungkinan bisa karena penularan cepat banget. Manusia itukan pasti bergerak," ujarnya. 

"Manusia itukan bergerak apalagi semasa Lebaran banyak makan di luar. Jadi ini sama dengan hepatitis yang lain cuma ini akut banget," imbuhnya. 

Menurutnya, penyebaran hepatitis akut ini dapat menyebar melalui makanan. 

Utamanya melalui peralatan makan seperti sendok dan juga gelas.

Baca juga: 3 Anak yang Meninggal karena Dugaan Hepatitis Akut Tak Punya Riwayat Penyakit di Keluarga

Makanya, Ning menyarankan agar menggunakan alat makan yang berbeda atau membawa sendiri. 

"Jangan memakai sendok bareng bareng, kalau makan yang perlu kita antisipasi sendok dan gelas," tuturnya. 

Dirinya mengingatkan, agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Menurutnya, Hepatitis akut ini menyerang pada anak di usia di bawah 10 tahun. Namun tidak dimungkinkan dapat terjadi pada orang dewasa.

"Makanya sifatnya ada personal higien. Kalau enggak tenang pakai sendok kita sendiri. Menyerang ke anak anak bisa, mungkin menyerang ke dewasa juga semua bisa. Tetap harus kita antisipasi," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved