Petaka Kereta Kelinci di Boyolali

Kasus Kereta Kelinci Maut Boyolali: Sopir Masih Dalam Perawatan, Penyebab Kecelakaan Masih Misteri

Kecelakaan Sepur Kelinci di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, masih dalam penanganan penyidik Satlantas Polres Boyolali.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Sepur Kelinci Maut di Dawung, Desa Sempu, Andong saat berada di lapangan barang bukti Satlantas Polres Boyolali, Kamis (12/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kecelakaan Sepur Kelinci di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, masih dalam penanganan penyidik Satlantas Polres Boyolali.

Polisi belum bisa memastikan penyebab pasti Sepur kelinci maut yang mengakibatkan ibu dan anak di Dukuh Cepoko, Sangge, Klego itu tewas. 

Kasat Lantas Polres Wonogiri, AKP Abdul Mufid mewakili Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin belum bisa memberikan informasi banyak mengenai perkembangan kasus kecelakaan tunggal itu.

Baca juga: Kecelakaan Maut Karanganyar, Adu Banteng Jupiter MX Vs Honda Revo, Warga Solo Tewas di Tempat

Baca juga: Selama Mudik Lebaran 2022, Tercatat 36 Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di Sragen

"Belum ada perkembangan lebih lanjut. Sopirnya masih dirawat, jadi kami belum bisa meminta keterangan," ujar Mufid, kepada TribunSolo.com, Kamis (12/5/2022).

Sementara ini, keterangan yang didapat baru dari saksi kejadian yakni warga dan penumpang yang selamat.

Sehingga pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal di tengah-tengah ladang itu.

Apalagi, saat ini barang bukti berupa Sepur Kelinci juga masih akan diujikan pihak terkait untuk mendapatkan keterangan pasti mengenai kelaikan kendaraan tersebut.

"Kami koordinasikan (soal sepur kelinci) dengan Dishub. Untuk mengetahui kondisi pasti dari kendaraan tersebut," tambah KBO Satlantas, Iptu Widarto.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Tol Karanganyar : Bus Wisata SMPN 1 Kepanjen, Kernet Tewas

Dia menyatakan selama ini tak pernah memberikan izin bagi sepur kelinci untuk beroperasi di jalan umum.

Baik jalan Desa maupun jalan kabupaten dan jalan Nasional.

Faktor keamanan penumpang menjadi perhatian penting.

Sehingga kendaraan tersebut tak diizinkan mengaspal di jalanan Boyolali.

Kecuali di tempat wisata seperti Kebun Raya Indrokilo Boyolali yang merupakan tempat wisata yang telah mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

"Kalau di tempat wisata itu kan lajunya juga tidak kencang. Paling maksimal hanya 20-30 kilometer per jam," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Tunggal Mobil Honda Civic di Karanganyar:  Sopir Kurang Konsentrasi

Meski memperbolehkan beroperasi di tempat wisata, namun tak seluruh tempat wisata dia merestui adanya sepur kelinci ini.

Tempat wisata dengan kontur jalan datar saja yang diizinkan dilalui kendaraan hasil modifikasi ini.

"Kalau wisata ke Selo, sudah pasti tidak akan kami izinkan. Kontur jalan menanjak dan turunan tajam cukup berbahaya bagi penumpang, atau penggunaan jalan lainnya," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved