Berita Solo Terbaru
Gibran Akan Bongkar dan Pindah Pasar Kabangan Solo, Reaksi Pedagang : Sebenarnya Tak Mau,Tapi Pasrah
Pasar Kabangan yang jadi ikon penjualan barang daur ulang di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan itu hendak dibongkar lantas pedagang dipindah.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Pasar itu bakal dibongkar.
Pasar yang berada di Jalan Dr. Rajiman, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan atau depan Kampung Batik Laweyan akan dialihfungsikan.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membenarkan, Pasar Kabangan akan dibongkar demi mendongkrak pariwisata di Kampung Batik Laweyan.
"Kita juga butuh membersihkan Pasar Kabangan," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (27/5/2022).
"Nanti lahan Pasar Kabangan khusus untuk parkir Kampung Batik Laweyan," tambahnya.
Jika mengacu pada konsep sebelumnya, maka pedagang di pasar Kabangan akan dipindahkan ke Pasar Jongke.
Sebab Pasar Jongke juga akan dilakukan revitalisasi oleh Pemkot Solo.
Jarak pasar Kabangan dan pasar Jongke sekitar 500 meter.
"Tapi nunggu DEDnya dulu," ujarnya.
Baca juga: Pedagang Nekat Jualan Dipinggir Jalan Pascapenutupan Pasar Hewan di Prambanan, Patroli Digencarkan
Baca juga: Profil Alief Syafrizal, Pelatih Persis Women : Eks Pemain Persegres U-21 & Tangani Akademi Arema FC
Pasar Kabangan sendiri banyak menyediakan berbagai keperluan rumah tangga yang terbuat dari plastik, karet, alumunium, dan logam.
Barang dagangan yang diperdagangkan tidak semuanya buatan pabrik, tetapi ada yang barang-barang dari hasil kepiawaian para pedagang yang memanfaatkan barang bekas.
Dari sejumlah studi literasi yang didapat TribunSolo.com, pasar Kabangan disebut-sebut sudah ada sejak era penjajahan Belanda.
Pasar ini konon dibangun sejak pemerintahan Paku Buwono IX.
Sebelum dikenal sebagai pasar Kabangan, dulunya dikenal sebagai Pasar Laweyan.
Program Prioritas Gibran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pedagang-duduk-di-depan-Pasar-Kebangan-di-Jalan-Dr-Rajim.jpg)