Kuliner Boyolali

Lezatnya Kare Daging Sapi Bu Riyanti di Ampel Boyolali, Warung Makan Legendaris Ada Sejak Tahun 1962

Bagi pecinta kuliner berkuah santan, bakal ketagihan dengan gurihnya kuah kare dan empuknya daging sapi yang empuk itu.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM
Kare Daging Sapi Bu Riyanti Ampel 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tribunners yang melakukan perjalan dari Solo menuju Semarang melalui jalan arteri sayang jika tak mampir ke warung Bu Riyati yang ada di seberang pasar Ampel, Boyolali.

Warung makan legendaris dengan menu andalan Kare dan Gulai Sapi itu bisa menjadi solusi mengatasi perut keroncong saat menempuh perjalanan melewati Boyolali.

Meski bangunan warungnya cukup sederhana namun soal rasa jangan ditanya.

Bagi pecinta kuliner berkuah santan, bakal ketagihan dengan gurihnya kuah kare dan empuknya daging sapi yang empuk itu.

Baca juga: Kuliner Enak di Boyolali: Iga Bakar Pak Wid yang Legendaris, Lezat dan Harganya Ekonomis

Selain itu,  warung yang tak pernah sepi pengunjung itu juga  terkenal dengan menunya, empal serta gulainya.

Warung makan yang buka mulai pukul 08.00 WIB itu pun biasanya juga jadi jujugan para pejabat.

Selain harganya yang standar yakni Rp 22 ribu untuk seporsi kare dengan toping daging sapi yang gurih nan empuk itu, rasanya juga enak.

Munardi (56) salah satu pengunjung mengaku sudah puluhan tahun menjadi pelanggan Kare di warung Bu Riyati ini.

Baca juga: Unik, Ada Tengkleng Kepala Kambing di Warung Tengkleng Ndas Sor Duren, Satu-satunya di Pedan Klaten

Baginya cita rasa dari warung makan yang sudah ada sejak dia kecil itu tak pernah berubah.

"Meski saat ini banyak sekali warung-warung makan yang menawarkan berbagai macam menu, tapi disini tetap jadi favorit saya," kata warga Desa Candi, Kecamatan Ampel itu.

Selain rasa masakannya yang tak pernah berubah, warung ini juga masih mempertahankan bentuk warung yang sederhana ini.

"Bentuk warungnya ya dari dulu seperti ini. Meja kayu panjang dengan dinding papan kayu," jelasnya.

Baca juga: Malaysia Ingin Wujudkan Generasi Bebas Merokok di Negara-nya, Bakal Sediakan Produk Alternatif

Sementara itu, pengelola warung Bu Riyati mengatakan jika warung yang sudah ada sejak tahun 1962 ini terus menjaga resep masakan dari orang tuanya.

Warung ini pun dalam sehari bisa melayani sedikitnya 300 porsi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved