Berita Solo Terbaru
Khilafatul Muslimin Menjamur di Solo & Solo Raya, Pengamat Terorisme : Pecahan NII Tapi Mandiri
Menurut pengamat terorisme Amir Mahmud, Khilafatul Muslimin merupakan pecahan dari Negara Islam Indonesia. Tapi mereka merupakan organisasi mandiri
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi mendatangi sejumlah kantor Khilafatul Muslimin, yang ada di Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan Klaten, Kamis (9/6/2022).
Selain melepas plakat, polisi juga memanggil pengurus Khilafatul Muslimin dari ketiga wilayah tersebut untuk dimintai keterangan.
Seperti yang diketahui, Khilafatul Muslimah merupakan organisasi keagamaan di Indonesia yang menganut ideologi khilafah.
Baca juga: Geledah 6 Lokasi terkait Khilafatul Muslimin di Klaten, Ada Berkas Struktur Organisasi Khilafah
Organisasi ini tengah mejadi sorotan, usai penangkapan pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja pada Selasa (7/6/2022).
Menurut pengamat terorisme Amir Mahmud, pimpinan Khilafatul Muslimin merupakan pecahan dari NII.
"Abdul Qadir Baraja dulu pernah ikut pergerakan tahun 1970an bersama Abdullah Sungkar," katanya, Jumat (10/6/2022).
Abdul Qadir Baraja kemudian dipenjara pada tahun 1979 karena teror Warman.
Dan pada tahun 1985, dia kembali dipenjara karena terlibat pengeboman di Jawa Timur dan Candi Borobudur.
"Boleh dikata dia ditinggal oleh teman-temannya, karena dia dipenjara. Lalu Abdullah Sungkar hijrah ke Malaysia," ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Polisi Tetapkan 2 Tokoh Organisasi Khilafatul Muslimin di Klaten sebagai Tersangka
Baca juga: Atribut Khilafatul Muslimin di Sukoharjo Dilepas Polisi, Ketua RT: Sudah Lima Tahun Beraktivitas
Keluar dari penjara, Abdul Qadir Baraja kemudian aktif lagi dengan membentuk jamaah khilafatul Muslimin.
Amir mengatakan, Khilafatul Muslimin ini tidak ada hubungannya dengan ISIS dan ataupun organisasi terorisme lainnya.
Organisasi ini bergerak sendiri, untuk menegakkan dan membangun sistem Khilafah yang akan menjadi pertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Karena telah lama berdiri, mereka merasa aman sehingga mereka mulai melakukan gerakan terbuka. Untuk menyebarkan ideologi khilafah," ujarnya.
Kegiatan yang dilakukan organisasi ini seperti konvoi dengan menggunakan motor, dan menggelar pengajian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Polisi-Solo-saat-melepas-plakat-Khilafatul-Muslimin.jpg)