Berita Nasional

Projo Usul Jabatan Jokowi Ditambah Setengah Periode, Pengamat Ingatkan Bisa Picu Kemarahan Rakyat

Ujang menyebut usulan yang dilayangkan oleh loyalis Jokowi itu tak berdasar dan berpotensi melanggar konstitusi negara.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS.COM
Presiden Jokowi bersama Panel Barus (paling kanan) di acara Silaturahmi Nasional di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Minggu (24/7/2016). 

“Saya yang lebih masuk akal bukan 3 periode, tapi 2,5 periode,” kata Panel Barus dalam diskusi bertajuk 'Bangkit Dari Kubur Jokowi 3 Periode', di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Amien Rais Senggol Jokowi & Luhut, Tuding 3 Periode Bakal Lanjut Lagi & Watak Kekuasaan Emoh Turun

Baca juga: Alasan Kaesang Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Mengaku Tak Nyaman Menjadi Anak Presiden

Panel Barus menyebut isu masa jabatan presiden setengah periode, efortnya tidak sebesar tiga periode jabatan presiden.

Namun kata dia, haru ada amandemen undang-undang dasar 1945.

“Mekanisme 2,5 periode artinya nambah. Itu lebih mungkin, energinya lebih ada,” katanya.

Walaupun jadwal pemilu sudah diketok, kata dia, penambahan masa jabatan presiden masih memungkinkan.

Terutama apabila ada kejadian besar yang memaksa adanya penundaan pemilu.

“Kalau tiba-tiba ada kondisi luar biasa, itu bisa jadi faktor yang menentukan (penundaan pemilu). Kalau pemilu 2024 itu kan agenda politik negara yang sudah berjalan. Nah yang 2,5 periode itu masih bisa numpang di tengah jalan itu nanti,” pungkasnya.

Jokowi Ingatkan Hati-hati soal Isu 3 Periode

Semetara itu, sebelumnya Presiden Joko Widodo merasa heran terhadap aksi demonstrasi yang ditujukan kepadanya terkait masa jabatan tiga periode.

Dia menyebutkan, secara pribadi, dia tidak pernah menyatakan diri akan melanjutkan pemerintahan setelah masa jabatannya selesai dalam dua periode, yakni pada 2024.

"Kan kejadiannya sudah terjadi. Pertama menyampaikan, Pak Mantan Ketua HIPMI, Pak Menteri Investasi. Karena alasan ini, ini, ini lanjutkan. Besoknya enggak ada sehari saya didemo besar-besaran," ujar Jokowi pada peringatan 50 tahun HIPMI di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022) sore.

"Lho yang ngomong bukan saya, yang didemo saya. Demo dong Pak Bahlil," ucap Jokowi berseloroh, seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Jokowi juga menegur pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang hadir di acara peringatan 50 tahun HIPMI di JCC.

Pasalnya, Ketua Dewan Pembina BPP HIPMI sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum HIPMI Mardani Maming mengucapkan yel-yel "lanjutkan, lanjutkan" dalam acara itu.

Yel-yel tersebut disambut pengurus HIPMI yang hadir di lokasi denga meneriakkan kalimat yang sama. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved