Berita Karanganyar Terbaru

Petaka Timpa Karyana : Tabrak Beton & Terjun dari Jembatan,Tewas Hantam Sungai Kering di Gondangrejo

Kasatlantas menjelaskan identitas Karyana (58) warga Dusun Jelek, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok SAR RSM
Relawan evakuasi motor korban yang jatuh dari atas Jembatan Pojajar, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Petaka menimpa Karyana, warga Dusun Jelek, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Pria 58 tahun itu terjatuh dari jembatan di Jalan Wonosari-Dayu, tepatnya di Jalan Jembatan Pojajar, Dusun Mulyorejo, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, Karyana saat itu tengah mengendarai motor Honda Supra Fit bernomor polisi AD-3764-AQD

Dia melajut dari arah timur (Wonosari) menuju arah barat (Dayu).

Entah kenapa, dia tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya dan menabrak beton jembatan.

Kemudian pengendara terjatuh ke dasar sungai yang kering dengan kedalaman 8 meter.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Yulianto mengatakan pihaknya mendapatkan laporan Jum'at (17/6/2022), sekira pukul 01.00 WIB.

"Seorang pengendara motor masuk dalam jembatan," ucap Yulianto, kepada TribunSolo.com, Jum'at (17/6/2022).

Yulianto menjelaskan identitas Karyana (58) warga Dusun Jelek, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Cerita Para TKI Asal Sragen : Covid-19 Mengganas Dipulangkan, Kini Segera Berangkat ke Luar Negeri

Baca juga: Satpol PP Minta Kesadaran PKL yang Tetap Nekat Jualan di Depan Masjid Agung Karanganyar

Dia menuturkan kondisi pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Pengendara mengalami luka pada kepala, dan meninggal dunia di lokasi, korban dibawa ke Puskesmas Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar," ujar Yulianto.

Sementara itu, Triyanto, salah satu Relawan SAR RSM mengatakan kondisi di lokasi kejadian tidak penerangan.

Dia mengaku dirinya tak mudah dalam proses evakuasi korban.

"Kondisi lokasi gelap gulita, tak ada penerangan dalam evakuasi korban, kami harus menyusuri sungai sedalam hingga 8 meter," ujar Triyanto. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved