Viral

Terlanjur Viral Kakek Digaji Pakai Uang Mainan Hasil Bekerja, Ternyata Bohong Demi Dapat Duit Asli

Menurut Wido, uang mainan yang dibayarkan si kakek bukan berasal dari upah seperti kabar yang telah beredar.

Tiktok @erikaa_131198
Viral kakek buruh penebang tebu di Lampung dibayar pakai uang mainan RP 470 Ribu. Kini polisi ungkap video itu hoaks. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang kakek mendapatkan upah sebagai buruh tebang tebu dibayar menggunakan uang mainan oleh mandor kebun, viral di media sosial.

Terlihat adegan ketika si kakek membayar belanjaanya berupa daging ayam pada Sabtu (18/6/2022).

Baca juga: Viral Kakek Digaji Pakai Uang Mainan, Kini Mengaku Cuma Bohong, Polisi Beberkan Fakta Sebenarnya

Dalam video tersebut perekam yang diduga sebagai pedagang itu lalu menegur si kakek bahwa uang yang dibayarkan adalah uang mainan.

Disebutkan kakek SU membawa uang mainan sebanyak Rp 450.000 dengan pecahan Rp 100.000 sebanyak 2 lembar, dan pecahan Rp 50.000 sebanyak 5 lembar.

Sang kakek berinisial SU (72) mengaku uang mainan itu diterimanya dari mandor kebun tempatnya bekerja sebagai buruh tebang.

Ternyata hanya rekayasa

Dilansir dari Kompas.com, peristiwa ini terjadi di Tulang Bawang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Tulang Bawang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen mengungkapkan, peristiwa yang viral itu ternyata hanya rekayasa si kakek.

Menurut Wido, uang mainan yang dibayarkan si kakek bukan berasal dari upah seperti kabar yang telah beredar.

Dari hasil klarifikasi dengan kakek SU, diketahui uang mainan itu ternyata ditemukan di tepi jalan.

"Kita sudah klarifikasi, dari pengakuannya uang mainan itu ditemukan di pinggir jalan," kata Wido.

Baca juga: Viral Penumpang Perempuan Dilecehkan di KA Argo Lawu, Pahanya Diraba-raba, Erick Thohir Turun Tangan

Wido menambahkan, motif kakek SU ini berbohong agar dia mendapatkan kembalian dengan uang asli.

Sehingga, Wido memastikan peristiwa viral itu adalah rekayasa fakta yang dilakukan oleh si kakek sendiri.

"Itu rekayasa sang kakek, motifnya agar mendapatkan uang kembalian dengan uang asli," kata Wido.

Kehebohan yang menimbulkan dugaan tindak kriminal itu langsung disikapi kepolisian dengan mengadakan penyelidikan dan penelusuran fakta.

"Kita sudah melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dari video itu, hasilnya kita mendapatkan fakta bahwa itu bukan peristiwa sebenarnya," kata Wido saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved