Berita Internasional

Korea Utara Kini Hadapi Jutaan Kasus Covid-19,Tuduh Balon Udara Kiriman Pembelot Jadi Penyebar Virus

Korea Utara menuduh balon udara yang dikirim pembelot dari Korea Selatan adalah penyebab wabah Covid-19.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
AFP/KIM WON JIN
Orang-orang yang memakai topeng wajah pergi setelah meletakkan bunga di depan patung-patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il pada kesempatan ulang tahun ke-108 dari pemimpin Korea Utara Kim Il Sung, yang dikenal sebagai Day of the Sun, di Pyongyang pada 15 April 2020 

TRIBUNSOLO.COM - Setelah dua tahun mengaku bebas Covid-19, Korea Utara mengumumkan terdapat kasus infeksi pertama pada 12 Mei 2022.

Negara yang dipimpin Kim Jong Un ini melaporkan 4.570 pasien baru yang menunjukkan gejala demam, Jumat (1/7/2022).

Sehingga kini total kasus diduga Covid-19 mencapai 4,74 juta.

Korea Utara menuduh balon udara yang dikirim pembelot dari Korea Selatan adalah penyebab wabah Covid-19.

Menurut pemerintah Korea Utara, Covid-19 ada pada balon yang diterbangkan melintasi perbatasan oleh kelompok pembelot.

Baca juga: Pertamina Menegaskan Pembelian Pertalite & Solar dengan MyPertamina hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Dilansir The Guardian, kantor berita pemerintah KCNA melaporkan bahwa seorang tentara berusia 18 tahun dan anak berusia 5 tahun menyentuh "benda asing" di daerah timur Kumgang pada awal April 2022.

Keduanya lalu menunjukkan gejala sakit dan dinyatakan positif Covid-19.

"Peningkatan tajam kasus demam disaksikan di antara kontak mereka dan sekelompok orang yang demam muncul di daerah itu untuk pertama kalinya," kata laporan itu.

Baca juga: Daftar 13 Kota/Kabupaten Diprioritaskan untuk Daftar Aplikasi MyPertamina, Kota Solo Termasuk

Namun, kelompok pembelot Korut di Korea Selatan diperkirakan baru menerbangkan balon ke perbatasan pada akhir April, dari wilayah Gimpo barat.

KCNA memperingatkan warga untuk "waspada menangani hal-hal asing yang datang oleh angin dan fenomena iklim lainnya dan balon di daerah di sepanjang garis demarkasi dan perbatasan".

Walaupun laporan itu tidak menyebutkan Korea Selatan, namun aktivis pembelot Korea Utara memang kerap mengirim balon ke perbatasan.

Gambar ini diambil pada 17 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 18 Mei menunjukkan seorang dokter mempromosikan langkah-langkah pencegahan epidemi untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Pyongyang. - Media pemerintah Korea Utara menuduh benda asing hingga balon kiriman pembelot dari Korea Selatan melintasi perbatasan, jadi penyebar Covid-19. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP)
Gambar ini diambil pada 17 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 18 Mei menunjukkan seorang dokter mempromosikan langkah-langkah pencegahan epidemi untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Pyongyang. - Media pemerintah Korea Utara menuduh benda asing hingga balon kiriman pembelot dari Korea Selatan melintasi perbatasan, jadi penyebar Covid-19. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP) 

Balon-balon udara itu diisi selebaran anti-rezim dan bantuan kemanusiaan.

Sebagai tanggapan, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan pada Jumat bahwa "tidak ada kemungkinan" bahwa virus corona telah memasuki Korea Utara melalui balon.

Para ahli pun skeptis tentang pernyataan Pyongyang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved