Berita Sukoharjo Terbaru

Angka DBD di Sukoharjo Banyak Terjadi di Kawasan Padat Penduduk, Ini Penyebabnya

Kasus DBD di Sukoharjo ternyata banyak disumbang di wilayah pusat kota, seperti Gayam, Joho, dan Sukoharjo. Hal ini tak terlepas dari kurangnya PSN

TribunSolo.com/Agil Tri
Anggota RAPI Rescue Sukoharjo saat melakukan fogging di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Kamis (16/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Meski berada di kawasan perkotaan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo tak terlepas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, dr. Kunari Mahanani, kasus DBD tertinggi justru berada di pusat kota, dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Baca juga: Imbas Ratusan Ternak di Sukoharjo Terpapar PMK : Pasar Hewan Masih Tutup, Pengawasan Digencarkan

Baca juga: Hujan Disertai Angin Kencang, Warung Seblak di Kartasura Sukoharjo Tertimpa Pohon

Tiga Kelurahan seperti Gayam, Joho, Sukoharjo, menjadi sorotan karena tingginya kasus DBD.

Sementara kawasan pinggiran seperti Kelurahan Combongan, angka kasus DBD tergolong cukup rendah.

"Sejak Januari hingga bulan Juli ini, ada 185 kasus DBD yang ditemukan di Kecamatan Sukoharjo. Ini angkanya cukup tinggi," katanya, Selasa (5/7/2022).

Penyebab tingginya kasus DBD di Kecamatan Sukoharjo ini, setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor.

Baca juga: Kisah Pilu Warga Sukoharjo Korban Terseret Ombak Pantai Drini, Tak Bisa Saksikan Anaknya Menikah 

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Personel JKT48 di Sukoharjo, Manajemen The Park Mall Tegaskan Hoaks

Seperti jumlah kepadatan penduduk, kurangnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan faktor cuaca.

"Di Kelurahan Jetis wilayahnya juga padat, tapi disana ada grebek jentik setiap 1 bulan sekali," ujarnya.

Wanita yang akrab disapa dr. Anik ini mengatakan, gerakan PSN lebih efektif daripada melakukan fogging.

"PSN lebih efektif karena bisa membunuh nyamuk, larva, dan telurnya. Kalau fogging tidak membunuh telur dan larva," jelasnya.

Baca juga: Tilang ETLE Tak Pandang Bulu: Plat Luar Kota yang Melanggar di Sukoharjo Bisa Kena Tilang

Sementara itu, data tingkat Kabupaten menunjukkan adanya 410 kasus DBD dari Januari hingga Juli 2022 ini.

"Sebanyak 56 pasien mengalami DSS (dengue shock syndrome), dan tercatat ada 7 pasien meninggal dunia," kata Kepala DKK Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved