Cara Mengolah Daging Kurban Agar Aman dari Wabah PMK, Disarankan Langsung Direbus 30 Menit

Ermariah menganjurkan agar daging kurban langsung direbus selama 30 menit.

TribunSolo.com/Erlangga Bima
Ilustrasi sapi yang sembuh dari PMK. 

TRIBUNSOLO.COM - Jelang perayaan Hari Raya Idul Adha warga berbondong-bondong mencari hewan untuk dijadikan kurban.

Namun kini, wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) justru malah menyerang hewan ternak.

Baca juga: Imbas Ratusan Ternak di Sukoharjo Terpapar PMK : Pasar Hewan Masih Tutup, Pengawasan Digencarkan

Terkait kabar ini, masyarakat diharuskan untuk lebih waspada dalam memilih hewan kurban.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Ermariah, membagikan sejumlah tips mengolah daging kurban dengan aman.

Ermariah mengatakan, daging kurban yang didapat sebaiknya tidak dicuci karena virus PMK dapat bertahan di dalam air dan justru akan menyebar di saluran air.

“Apabila dicuci, air buangannya akan langsung ke saluran. Virus PMK di dalam air bisa hidup selama 75 hari. Virus ini bertahan lama di udara suhu luar, bertahan lama di benda-benda,” jelas Ermariah, dikutip dari bandung.go.id, Rabu (06/07/2022).

Lebih lanjut, Ermariah menganjurkan agar daging kurban langsung direbus selama 30 menit. Setelah itu, air rebusan daging tersebut tidak boleh dibuang ke saluran air.

“Jangan dibuang di saluran air. Dengan cara itu akan lebih aman karena virus mati dalam pemanasan,” katanya.

Jika daging kurban yang didapat tidak segera diolah, daging harus segera disimpan di dalam lemari es. Setelah 24 jam disimpan di suhu lemari es, bekukan daging di dalam freezer.

Baca juga: 2.700 Dosis Vaksin PMK Sudah Diberikan ke Ternak di Klaten, Kini Dapat Tambahan 500 Dosis Lagi

Ternak yang kena PMK masih bisa untuk dijadikan kurban.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu khawatir dengan keamanan daging hewan ternak, mengingat pelaksanaan ibadah kurban pada Idul Adha 2022 akan segera dilaksanakan.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Wabah PMK telah menyatakan sejumlah ciri-ciri hewan yang sah dijadikan sebagai hewan kurban.

Adapun hewan dengan gejala PMK yang ringan, seperti lepuh ringan pada celah kuku, lesu, dan mengeluarkan air liur berlebih masih sah dijadikan sebagai hewan kurban.

Sementara itu, hewan ternak yang terkena PMK dengan gejala berat, seperti lepuh pada kuku hingga terlepas, pincang, tidak bisa berjalan, dan sangat kurus tidak sah dijadikan hewan kurban.

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved