Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Berat Sapi Kurban dari Jokowi di Solo : 2 Ton, Salah Satu Dibeli dari Peternak Asal Andong Boyolali

Dua ekor sapi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), siap untuk dikurbankan dalam rangka Hari Raya Idul Adha.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Kolase Kompas.com/Tribun Solo/Bobby Wiratama
Ilustrasi sapi dari Jokowi : Salah satu dari peternak lokal Boyolali dengan berat satu ton lebih. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dua ekor sapi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), siap untuk dikurbankan dalam rangka Hari Raya Idul Adha.

Dua ekor sapi tersebut akan diserahkan untuk Masjid Agung Solo, dan Masjid Al Wustho Mangkunegaraan Solo.

Seekor sapi untuk Masjid Agung Solo dibeli Jokowi dari Harun Alrosid, seorang peternak asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Jokowi Kurban 2 Sapi, Beli dari Peternak Boyolali : Dikirim ke Masjid Agung & Masjid Al Wustho Solo

Baca juga: Presiden Jokowi Sumbang Sapi Kurban untuk 34 Provinsi, Berat Sapi Ada yang 800 Kg hingga 1 Ton

Sapi jenis Limosin itu beratnya mencapai 1 ton.

Saat ini, sapi tersebut dalam kondisi sehat, bebas dari parasit dan cacing.

Sementara sapi untuk Masjid Al-Wustho Mangkunegaraan Solo, didatangkan dari peternak bernama Sutrisno, asal Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Sapi untuk Masjid Al-Wustho Mangkunegaraan Solo berjenis Simental dengan bonot 960 kilogram.

Kondisi sapi itu saat ini sehat, bebas dari parasit dan cacing.

Menurut Kasubag Pendidikan dan Pendidikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Solo, Bambang Harjanto, pada Idul Adha ini, Jokowi menyumbang dua ekor sapi.

Dua ekor sapi tersebut akan diserahkan di Masjid Agung Solo, dan Masjid Al-Wustho Mangkunegaraan Solo.

"Besok akan dikirim," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (8/7/2022).

"Saat ini masih menunggu suratnya," imbuhnya.

Saat ini, satu ekor sapi kurban dari Jokowi masih ada di peternakan di Kabupaten Boyolali.

Sementara satu ekor lainnya dibeli di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Direncanakan, Sabtu (9/7/2022) sore sapi baru akan dikirim ke Masjid Agung dan Masjid Al-Wustho.

Baca juga: Alasan Pemilik Lahan Bongkar Benteng Ndalem Singopuran : Mau Dibangun Ulang, Malah Jadi Ramai

Baca juga: Presiden Jokowi Sumbang Sapi Kurban untuk 34 Provinsi, Berat Sapi Ada yang 800 Kg hingga 1 Ton

Sementara untuk penyembelihan sapinya sendiri, akan dilakukan keesokan harinya.

"Rencananya, penyembelehannya akan dilakukan pada hari Minggu (10/7/2022)," ucapnya.

Asa Api Super Jumbo di Boyolali

Sapi bernama Mbah Semar menarik perhatian masyarakat.

Bobot sapi itupun mencapai hampir 1 ton.

Tinggi sapi ini setinggi orang dewasa.

Jika disandingkan truk, sapi ini setinggi pintu belakang bak truk.

Baca juga: Selama Operasi Patuh Candi, Total 2.658 Pengendara Kena Tilang di Boyolali: Ada yang karena Ngebut  

Baca juga: Tips Ampuh Sapi Sembuh dari Virus PMK ala Peternak Boyolali : Kandang Bersih hingga Beri Antibiotik

Sapi jumbo itu merupakan peliharaan Marmin (58) warga Dukuh Semaran, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Marmin yang sudah sejak kecil bergelut dengan sapi itu, memperlakukan sapi-sapinya dengan penuh kasih sayang.

Mbah Semar yang lulut (jinak, -red) tak lepas dari perlakuan istimewa.

Selain diberikan pakan hijauan, Mbah Semar juga kerap diajak jalan-jalan sambil mengelus-elusnya.

Bahkan cucunya, yang masih balita juga tak takut untuk naik sapi ini.

Baca juga: Kena Serangan Jantung, Jemaah Haji Asal Boyolali Diturunkan saat Pesawat Transit di Kualanamu

Baca juga: Potensi Penambahan Kursi DPRD di Boyolali Terbuka Lebar, Ada Wacana Gladagsari Digeser ke Dapil 2

Meski sayang pada sapi tersebut, namun Marmin tak menutup kemungkinan menjual sapi tersebut.

“Kalau ada yang ngersakke (mau membeli). Saya mintanya Rp80 juta,” kata Marmin, kepada TribunSolo.com, Rabu (29/6/2022).

Marmin memang bisa dibilang jago dalam memilih dan memelihara sapi.

Selain Mbah Semar, ada dua sapi jumbo lainnya yang dipelihara.

Dua sapi itu diberi nama Gatotkaca dan Bagong.

Gatotkaca yang juga sebesar Mbah Semar sudah laku di angka Rp80 juta-an.

Sedangkan Bagong yang lebih kecil laku dengan harga Rp62,5 juta.

Baca juga: Kuliner Sedap di Boyolali : Sambal Belut di Angkringan Etan Taman, Sering Ada Pembeli Tak Kebagian

“Yang dua ini sudah laku semuanya. Nanti akan disembelih saat Idul Adha,” katanya.

Marmin mengaku tak memiliki trik atau rahasia dalam memelihara sapi sehingga sapi-sapi yang dia pelihara berukuran jumbo.

Sapi-sapi itu hanya dia berikan pakan hijauan rumput, dan dikombor (diberi minum) bekatul yang dicampur air.

“Kalau ada pohong (ketela) ya saya tambahi. Tapi kalau tidak ada ya cuma itu, katul sama air saja,” jelasnya.

Hanya saja, tubuh sapi yang besar-besar ini menjadikan sapinya butuh asupan makanan yang banyak.

“Untuk makannya, sehari kalau dikalkukasi dengan uang bisa mencapai Rp50 ribu per ekor,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved