Berita Daerah
Terhimpit Ekonomi, Seorang Ayah di Kutai Kaltim Tega Bunuh Istri dan Anak yang Sedang Kelaparan
Pelaku diamankan pada Kamis pagi (7/7/2022) setelah melakukan pembunuhan pada Selasa (5/7/2022).
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Pria berinisial LH di Kutai Kalimantan Timur tega membunuh istri dan anaknya yang masih berusia 3 tahun, karena masalah ekonomi.
Pelaku diamankan pada Kamis pagi (7/7/2022) setelah melakukan pembunuhan pada Selasa (5/7/2022).
Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan Tim Alligator berhasil meringkus pelaku setelah mendapati laporan dari masyarakat.
Setelah menghimpun barang bukti, pelaku diketahui berada di sekitaran Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Baca juga: Dulu Diremehkan, Kini BTS Jadi Idol Tersukses, Ingat Lagi Momen BTS Menangis Rajai Billboard Hot
"Sudah, pelaku dugaan yang merampas nyawa dua korban, satu ibu ibu dan satu anak usia 3 tahun,"
"Itu sudah kami tangkap dan amankan serta diproses,” katanya.
Ditanya soal motif pembunuhan, Gandha membenarkan bahwa memang pelaku mengaku karena masalah ekonomi.
Ditambah lagi, saat itu kedua korban sedang kelaparan dan menunggu di halaman rumah warga saat listrik di Kaltim alami blackout.
Baca juga: Ibu 65 Tahun Menangis Diantar ke Panti Jompo, 4 Anaknya Tak Sanggup Merawat Karena Kesulitan Ekonomi
Hanya saja polisi masih akan dilakukan pengembangan lebih lanjut, apakah ada motif lain atau tidak.
“Itu perlu didalami ada beberapa faktor yang menjadikan yang bersangkutan melakukan pembunuhan."
"Salah satu motif yang kami dalami adalah motif ekonomi,"
"Tapi tidak menutup kemungkinan seiring perkembangan pemeriksaan muncul motif lain,” ungkapnya.
Baca juga: Terjadi 14 Kali Gempa di Selatan Jawa Timur Sejak Pukul 3.27 Hingga 8.00, Tak Berpotensi Tsunami
Rencananya pelaku hendak kabur menuju Samarinda usai membantai istri dan anaknya itu.
Tim Alligator pun berhasil menyusul pelaku yang berjalan kaki di kawasan Kelurahan Jahab, Tenggarong, Kukar.
“Pelaku sempat melakukan perlawanan, sehingga kami beri tindakan tegas terukur,” pungkasnya. (*)
(Kompas.com)