Berita Boyolali Terbaru

Sapi Kurban di Boyolali Kota Terdeteksi Gejala Ringan PMK, Dinas Sebut Masih Layak  

Ada temuan Sapi dengan gejala ringan PMK di Boyolali Kota. Namun, sapi tersebut masih layak untuk kurban.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa/Bidang Keswan, Disnakkan Boyolali
Tim dari Disnakkan Boyolali melakukan pengecekan pada hewan kurban yang sudah disembelih di Boyolali. Ada temuan sapi dengan gejala ringan PMK di Boyolali Kota. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali menerjunkan 4 tim untuk memantau pelaksanaan kurban di Boyolali, Minggu (10/7/2022).

Jika sebelumnya ditemukan seekor sapi yang mengidap cacing hati dan 6 ekor sapi yang baru sembuh dari PMK, kali ini Disnakkan menengarai adanya seekor sapi yang memiliki gejala ringan PMK.

Seekor sapi dengan gejala ringan pada mulut dan kaki itu ditemukan di wilayah Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota.

Baca juga: Ada Temuan Jantung dengan Garis Putih pada Sapi Kurban di Boyolali, Diduga Baru Sembuh dari PMK

Baca juga: Butuh 15 Menit dan 5 Orang untuk Menyembelih Sapi Kurban Presiden Jokowi, Beratnya Capai 1 Ton

Kepala Disnakkan Boyolali, Lusia Dyah Suciati mengungkapkan jika pemeriksaan hewan kurban dilakukan sebelum dan sesudah dipotong.

Dalam monitoring ini, pihaknya menemukan seekor sapi dengan gejala klinis PMK.

“Gejalanya sangat ringan sekali. Sapi masih bisa makan, hanya mulut dan kakinya sedikit terluka,” kata Lusia, kepada TribunSolo.com, Minggu (10/7/2022).

Lusia memastikan meski sapi itu punya gejala ringan, namun sesuai surat edaran dari Kementerian dan MUI, sapi tersebut masih dinyatakan layak untuk disembelih untuk kurban.

Hanya saja, Lusia meminta kepada panitia agar sapi tersebut dipotong paling terakhir.

“Organ dalamnya juga kami minta untuk dimusnahkan saja. sedangkan kaki dan kepalanya saya minta untuk direbus,” ujar Lusia.

Lusia menambahkan, terkait dengan pengawasan penyembelihan hewan kurban ini, pihaknya telah membentuk 4 tim dari bidang kesehatan hewan.

4 tim itu diterjunkan untuk melakukan pemantauan hewan kurban di Boyolali.

“Masing-masing tim terdiri dari 4-5 orang anggota. Monitoringnya mobile. Dari satu tempat ke tempat lain,” pungkasnya. (*)  

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved