Polisi Tembak Polisi
Keluarga Sebut Ada Luka Senjata Tajam pada Jasad Brigpol Josua: Kami Awalnya Gak Boleh Lihat Jenazah
Brigpol Nopryansah tewas dengan 4 luka tembak. Namun keluarga menemukan kejanggalan saat jasadnya dipulangkan ke Jambi.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ketika itu, keluarga melihat tubuh korban telah penuh luka.
"Ya awalnya enggak dibolehin, tapi ibunya bilang mau lihat kondisi anaknya bagaimana," jelasnya.
Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Jambi, Kompol Mas Edy membenarkan jika anggota yang tewas tersebut merupakan warga Jambi.
Ia menyebut Brigpol Nopryansah Josua Hutabarat merupakan lulusan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi tahun 2012.
"Benar orang Jambi, lulusan SPN Jambi tahun 2012," katanya singkat.
Terkait kronologis dan luka tembak yang dialami korban, Kompol Mas Edy belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Sebab belum mendapat petunjuk dari Mabes Polri.
Baca juga: Penembakan Massal di SD Texas Tewaskan 21 Orang, Pelaku Ditembak Mati oleh Polisi: Berikut Faktanya
Kronologi
Mabes Polri mengungkapkan detik-detik tewasnya anggota polisi bernama Brigpol Nopryansah Josua Hutabarat alias Brigadir J saat baku tembak dengan sesama anggota polisi berinisial Barada E.
Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, baku tembak antara keduanya terjadi di rumah seorang pejabat Mabes Polri di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) sekira pukul 17.00 WIB.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut awalnya Brigadir J memasuki rumah dinas pejabat Mabes Polri tersebut.
"Peristiwa singkat seperti ini. Saat itu saudara Brigadir J berada atau memasuki rumah salah satu Pejabat Polri di perumahan dinas di Duren Tiga," kata Ramadhan.

Ramadhan mengarakan saat itu Barada E yang tengah bertugas menjaga rumah menegur keberadaan korban di rumah dinas tersebut.
Tiba-tiba, Brigadir J mengeluarkan senjata apinya dan menembakannya ke arah Barada E.
"Saat itu yang bersangkutan (Brigadir J) mengacungkan senjata kemudian melakukan penembakan dan Barada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J," jelasnya.
"Akibat penembakan yang dilakukan Barada E itu mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia," tambah Ramadhan.