ASEAN Para Games di Solo
Dari 6.500 Pendaftar, Hanya 1.300 yang Diterima Jadi Volunteer ASEAN Para Games XI 2022 di Solo
Sebanyak 6.500 orang mendaftarkan diri untuk menjadi volunteer dari ASEAN Para Games (APG) XI 2022 di Kota Solo. Namun hanya 1.300 yang diterima
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 6.500 orang mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari event ASEAN Para Games (APG) XI 2022 di Kota Solo.
Mereka mendaftar sebagai volunteer untuk Main Event Inaspoc XI.
Menurut Wakil Ketua Bagian Games Administrasi Pertandingan Inaspoc, Bayu Rahardian, tidak semua pendaftar diterima.
Baca juga: ASEAN Para Games XI 2022 Kembali Dapat Sponsor, Kini dari Industri Pertambangan BUMN Mind.id
Baca juga: Niat Permudah Atlet ASEAN Para Games, Gibran Siapkan Lounge Khusus di Bandara Soekarno-Hatta
Kebanyakan dari mereka harus gugur pada tahap pendaftaran.
"Kita pendaftaran secara terbuka, online. Dari 6.500 sekian pendaftar, kita terima 1.300 orang," kata Bayu, saat pembukaan pelatihan volunteer Inaspoc XI di Paragon Hotel, Kamis (21/7/2022).
"Paling banyak yang diterima berasal dari Jawa Tengah," tambahnya.
Dia menuturkan, seleksi dan kualifikasi khusus melalui tiga tahap berbeda dilakukan untuk menyaring para volunteer.
Mereka yang lolos seleksi, kini mengikuti pelatihan volunteer Inaspoc XI.
Baca juga: Lowongan Besar-besaran Volunteer ASEAN Para Games 2022 di Solo : Dibuka Hingga 10 Juli 2022
Baca juga: Laga Home Perdana Persis Solo Terancam Tak Bisa Pakai Stadion Manahan, Dipakai ASEAN Para Games
"Mereka merupakan garda terdepan, mereka muka dari APG ini. Kami Inaspoc menyiapkan itu, akan ada latihan khusus," ujarnya.
"Pada pelatihan ini akan diberikan beberapa materi seperti skill, informasi agar volunteer ini siap menerima para atlet yang datang," imbuhnya.
Secretary General Inaspoc, Rima Ferdianto menambahkan, volunteer di Indonesia terkenal terbaik pada setiap ajang internasional di Asia.
Sebab, volunteer Indonesia sangat fleksibel, dan bisa saling menutup kekurangan.
"Mereka tidak hanya terpaku pada bagiannya saja, jika ada bagian lain yang keteteran mereka gotong royong untuk meng-cover," katanya.
Sehingga masa pelatihan ini menjadi sangat penting, agar volunteer APG XI di Solo sudah siap.