Kesehatan

Kementerian Kesehatan Sebut Kasus Monkeypox atau Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia

Meski demikian, Dirut RSPI Suliati Suroso ini menyatakan, pihaknya terus memantau pintu-pintu kedatangan luar negeri

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
CDC via Kompas.com
Ilustrasi penyakit cacar monyet, inilah tanda anak terkena gejala cacar monyet atau monkeypox. 

TRIBUNSOLO.COM - Hingga kini, di Indonesia belum ditemukan kasus Monkeypox alias cacar monyet.

Hal tersebut ditegaskan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril.

Diberitakan sebelumnya, WHO telah menetapkan monkeypox sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

PHEIC merupakan level kewaspadaan paling tinggi di bidang kesehatan, yang artinya dipandang memiliki ancaman signifikan bagi kesehatan global, dan membutuhkan koordinasi respons internasional.

Baca juga: Daftar Perusahaan BUMN yang Dibubarkan karena Dinyatakan Pailit Akibat Terus Merugi

"Sampai sekarang belum ada kasus di Indonesia," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, saat dikonfirmasi, Minggu (25/7/2022).

Meski demikian, Dirut RSPI Suliati Suroso ini menyatakan, pihaknya terus memantau pintu-pintu kedatangan luar negeri, seperti kantor kesehatan pelabuhan (KKP), maupun bandara.

Wabah ini dilaporkan telah meluas di lebih dari 70 negara.

Kemenkes telah menyiapkan dua laboratorium untuk mendeteksi monkeypox.

Pertama, Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.

Baca juga: Hengkang dari Agensi Sule, Nathalie Holscher Ajak Sang Anak dan Adik Gabung Manajemen Eko Patrio

"Kita siapkan dua laboratorium rujukan pemeriksaan monkeypox di Indonesia," kata Dokter Syahril pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh monkeypox di negara-negara yang sudah melaporkan.

“Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada,"

"Karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,” tuturnya.

Yang perlu diperhatikan, lanjut dr Syahril, adalah komplikasi, yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, dan infeksi kornea, sehingga menyebabkan kebutaan. (*)

Baca juga: Cacar Monyet Resmi Ditetapkan sebagai Darurat Kesehatan Global, Waspada Bila Kelamin Mendadak Luka

(Tribunnews.com/Rina Ayu)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved