ASEAN Para Games di Solo
Bahu Cidera,Rani Puji Astuti Tetap Mampu Raih Emas Kategori Angkatan Terbaik Usai Angkat Beban 90 Kg
Rani Puji Astuti tetap berhasil meraih medali emas untuk kategori angkatan terbaik di kelas 61 kg meski bahunya cidera.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rani Puji Astuti belum bisa menyapu dua medali emasi di kelas 61 kilogram Para Powerlifting putri ASEAN Para Games 2022.
Dia hanya mampu mengamankan medali untuk kategori angkatan terbaik di kelas tersebut.
Rani mengawali angkatan pertama dengan beban 90 kilogram namun itu masih no lift.
Meski demikian, dia tidak menyerah dan coba di kesempatan kedua.
Baca juga: Raih Emas ASEAN Para Games,Tangis Nanda Pecah: Sempat Takut Kecewakan Orang Tua yang Tonton Langsung
Baca juga: Pertama Kali Mentas di ASEAN Para Games, Motivasi Firza Gondol Emas : Ingin Belikan Orang Tua Rumah
Kegigihannya terbayar dengan keberhasilan mengangkat beban di angkatan kedua.
Dia mampu mengangkat beban 90 kilogram.
Sayang, Rani belum bisa menambah pundi-pundi poin di angkatan ketiga.
Dia dinyatakan no lift saat mengangkat beban 92 kilogram.
"Yang pertama itu gagal karena terlalu cepat, mungkin karena terlalu semangat," terang Rani.
"Kemudian yang kedua Alhamdulillah (angkatannya) bagus, lalu yang ketiga katanya terlalu cepat lagi," imbuhnya.
Alhasil, Rani harus merelakan medali emas untuk total angkatan di kelas 61 kilogram ke lifter lain.
Medali emas kategori tersebut berhasil diraih atlet Para Powerlifting asal Vietnam, Nguyen Thi Thanh Thuy.
Dia tercatat mampu mengangkat total beban 167 kilogram.
Baca juga: Klasemen ASEAN Para Games 2022 : Indonesia Merajai, Panen Emas dari Angkat Besi hingga Para Renang
Baca juga: Hebatnya Ni Nengah Widiasih: Bahu Cidera, Bisa Pecah Rekor ASEAN Para Games, Angkat Beban 97 Kg
Rani tidak terlalu kecewa dengan hasil pertandingan Para Powerlifting di Solo Paragon Hotel.