Berita Solo Terbaru
Anggota DPR RI Sentil Gibran Usai Copot Paksa Masker Paspampres : Ada Etikanya, Jangan Dipermalukan
Pencopotan paksa masker Paspampres oleh Gibran dinilai tidak tepat dan terkesan tidak memiliki etika oleh anggota Komisi II DPR RI Mohammad Toha.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aksi copot masker paksa yang dilakukan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, kepada oknum Paspampres mendapatkan sorotan dari anggota DPR RI.
Gibran melepas paksa masker yang dikenakan oleh Hari Misbah, yang melakukan pemukulan kepada sopir truk.
Menurut DPR RI Komisi II Mohammad Toha, orang Indonesia memiliki etikanya sendiri sesuai kultur budayanya.
"Ketika etika yang menjadi nilai-nilai luhur ini dilanggar meskipun niatnya baik, dengan cara yang tidak beretika atau kasar atau mempermalukan orang, itu menurut saya tidak baik," katanya, Senin (15/8/2022).
Baca juga: Alasan Gibran Copot dan Buang Masker Anggota Paspampers yang Pukul Warganya : Tidak Merasa Bersalah
Baca juga: Persis Solo Telan 4 Kekalahan Beruntun, Ultras 1923 Siap Turun ke Jalan Jika Jacksen Tidak Mundur
Mantan Wakil Bupati Sukoharjo itu menjelaskan, etika Jawa sendiri mengajarkan tidak mempermalukan orang di depan umum, dan bisa berempati.
Terlebih, oknum Paspampres tersebut sudah menyesali perbuatannya, dengan pernyataan permintaanmaafnya.
"Saya pikir Paspampresnya sudah menyesal, dan mengakui kesalahannya, kalau sudah begitu jangan dipermalukan lagi," ujarnya.
Gibran Sebut Paspampres Tak Merasa Bersalah
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan dirinya melepas paksa masker yang dipakai oleh Hari Misbah hingga terputus talinya.
Hari Misbah merupakan anggota Paspampres yang memukul sopir truk di Kota Solo.
Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengaku alasan dirinya melepas masker anggota Paspampres bukan karena emosi.
Melainkan, sikap Hari yang dinilai tidak mempunyai rasa bersalah.
Baca juga: Cara Lepas Masker Paspampres Tuai Pro Kontra Netizen, Gibran : Saya Jaga Wibawa Korban
Baca juga: Gibran Beri Lampu Hijau Suporter Konvoi Jika Persis Menang : Jangan Ada Pengerusakan & Jangan Mabuk
"Karena yang bersangkutan saya lihat tidak merasa bersalah," kata Gibran, di gedung DPRD Solo, Senin (15/8/2022).
Dirinya menegaskan bahwa oknum yang terlibat pemukulan tersebut meminta maaf dikarenakan kejadian itu viral di sosial media.