Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Harga Mie Instan di Sragen Sudah Naik Sejak Lebaran, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet

Harga Mie Instan perlahan naik, walaupun belum resmi, namun di Sragen harga Mie sudah mengalami kenaikan sedikit demi sedikit sejak lebaran lalu.

Kompas.com/Silvita Agmasari
Ilustrasi Mie Instan. Harga Mie perlahan naik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Harga mie instan dikabarkan akan naik di tengah harga gandum yang juga meningkat. 

Namun, kenaikan harga tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah pusat maupun pihak konsumen.

Di Kabupaten Sragen, harga mie instan perlahan naik sejak lebaran lalu. 

Salah satu pedagang, Warti mengatakan harga mie instan memang terus naik. 

"Mie instan sudah naik bahkan sebelum lebaran itu, naik terus sampai sekarang," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (18/7/2022). 

Lanjutnya, harga mie instan naik sejak harga gandum naik.

Sebelumnya harga satu karton mie instan berisi 40 bungkus kisaran Rp 95.000 kini harganya lebih dari Rp 100.000.

Harga eceran juga meningkat mencapai Rp 3.000/bungkus.

"Kalau eceran Rp 3.000 per bungkus," singkatnya. 

Terpisah, pedagang lainnya, Darmani mengatakan harga mie instan memang naik namun belum banyak. 

"Saat ini naik tapi belum banyak, mie goreng awalnya Rp 106.000 jadi Rp 112.000 perdus, kalau mie rebus awalnya Rp 102.000 jadi Rp 108.000," terangnya.

Baca juga: Mi Ayam Enak di Karanganyar : Coba Cicipi Mie Ayam Wajan di Cangakan, Pakai Toping Ceker dan Bakso

"Sedangkan, untuk eceran harga mie ia jual Rp 2.800-Rp 2.900 per bungkus, jika dijual ke masyarakat sekitar Rp 3.500," tambahnya. 

Ia menuturkan harga mie sudah naik sekitar satu bulan terakhir. 

Akhir-akhir ini, Darmani mendengar jika harga mie akan kembali naik. 

"Ini katanya mau naik lagi, tapi belum, dapat info dari sales bilang kayaknya harga mie mau naik lagi bu, gitu katanya," terangnya. 

Dengan naiknya harga mie instan, membuat jumlah pembeli ikut turun. 

"Dampaknya jadi sepi yang beli, pembeli berkurang, berpengaruh ke omzet juga berkurang sekitar 20 persen untuk mie saja," terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved