Polisi Tembak Polisi
40 Hari Brigadir J Meninggal Dunia, Sang Kekasih Vera Simanjuntak Tulis Doa dan Kalimat Haru
Sementara itu, sang kekasih dari Brigadir J, Vera Simanjuntak menuliskan doa untuk mendiang.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Empat puluh hari sudah, kepergian Brigadir J untuk selama-lamanya.
Hingga kini penyebab tewasnya pemilik nama Brigadir Novryansah Yosua Hutabarat tersebut masih terus diselidiki.
Sementara itu, sang kekasih dari Brigadir J, Vera Simanjuntak menuliskan doa untuk mendiang.
Melalui Instagram @veramaretha_, terekam momen lama ketika Vera Simanjuntak menyobek sehelai kain untuk jenazah Brigadir J.
Baca juga: Uang Brigadir J Senilai Rp 62 Juta Disita Penyidik, Samuel Hutabarat Berharap Bisa Dikembalikan
Vera Simanjuntak tampak mengenakan baju serba hitam, tak kuasa menahan tangis.
Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, yang juga berada di sana lalu berjalan mendekati Vera.
Ia kemudian memeluk kekasih Brigadir J yang telah delapan tahun dipacari itu.
Vera dan Rosti lalu menangis bersama saling berpelukan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Jumat 19 Agustus 2022: Taurus Kendalikan Ucapanmu, Gemini Sulit Hadapi Tantangan
Dalam keterangan postingannya, Vera Simanjuntak menulis seuntai doa untuk mendiang.
Berikut isinya:
"Tuhan…
Merobek menarik kain saja aku tidak sanggup, bagaimana bisa Tuhan paksa aku?
Walaupun doaku ini belum terkabul
Aku mohon Tuhan kali ini saja
Berikan kasih sayang dan kasih kepadanya
Baca juga: Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Ingin Mendiang Brigadir J Dijadikan Pahlawan Kepolisian oleh Jokowi
Hapus airmatanya dan sembuhkan dia
Aku mencintai dia dan menyayangi dia
.
Amin.
40 hari kesayangan," tulis Vera.
Baca juga: Putri Candrawathi Istri Irjen Ferdy Sambo Diharapkan Segera Buka Suara, Agar Bisa Meringankan
Belakangan sosok Vera Simanjuntak jadi sorotan banyak pihak pada kasus kematian Brigadir J.
Pasalnya Vera Simanjuntak dikabarkan mengetahui curhatan terakhir Brigadir J sebelum tewas.
Namun kini Kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak merasa tertekan karena disebut saksi kunci.
Tekanan ini membuat Vera membutuhkan penanganan dari psikolog.
"Vera memang membutuhkan penanganan psikolog, karena banyak menghadapi banyak tekanan," kata Kuasa Hukum Vera, Ramos Hutabarat, Senin (1/8/2022).
Ia mengatakan Vera mengalami tekanan dan merasa terancam terutama ketika dia dibilang sebagai saksi kunci.
Baca juga: Ferdy Sambo Menangis di Depan Ketua Komnas HAM, Menyesal Libatkan Bharada E dan Rusak Masa Depannya
Sebelumnya diberitakan, Brigadir J sempat menceritakan kepada kekasihnya itu, bahwa ia ada masalah.
Bahkan, Yosua mendapatkan ancaman pembunuhan dari pihak yang disebut 'Squad Lama'.
Perempuan yang berprofesi sebagai bidan itu telah melewati pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri di Mapolda Jambi, Minggu (24/7/2022).
Ponsel miliknya disita untuk kepentingan penyidikan.
Vera kala itu didampingi oleh bibinya, serta dua pengacara. (*)
(Tribunnewsmaker.com)