Otomotif

Efek Buruk Mobil Kompresi Tinggi Konsumsi BBM Oktan Rendah, Berdampak Langsung ke Mesin

Kabar terbarunya muncul isu BBM jenis pertalite juga akan mengalami kenaikan menjadi Rp 10.000 per liter.

TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Para pemudik melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina, Jumat (7/6/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Polemik harga bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat tengah menjadi perbincangan.

Beberapa waktu lalu harga jenis pertamax naik menjadi Rp 12.500 per liter.

Baca juga: Ditanya Rencana Kenaikan Harga BBM, Menteri Muhadjir Effendy Diam Seribu Bahasa

Kabar terbarunya muncul isu BBM jenis pertalite juga akan mengalami kenaikan menjadi Rp 10.000 per liter.

Namun kabar tersebut masih menjadi pembahasan oleh pemerintah.

Perlu diketahui ternyata ada beberapa hal yang harus dipahami tentang kecocokan pembelian bahan bakar terharap kendaraan yang dipakai.

Bagi pengguna mobil modern yang biasa menggunkan Pertalite, tentu hal tersebut cukup mengkhawatirkan.

Baik itu mobil mewah atau tidak, selama kendaraan tersebut sudah memenuhi standar euro 4 maka idealnya menggunakan bahan bakar beroktan tinggi, minimal RON 92.

Jadi, ketika kebijakan tersebut yang dijadikan patokan maka pertalite bakal menjadi bahan bakar yang bisa dinikmati oleh mobil-mobil tua dan beberapa pengguna sepeda motor saja.

Ketentuan tersebut belum pasti, hanya saja bagi pengguna mobil modern sebaiknya mulai mempersiapkan diri beralih menggunakan bahan bakar yang sesuai. 

Baca juga: Berkaca dari Harga BBM di Malaysia, Ternyata Ini Rahasia Bisa Murah, BBM Oktan 95 Dijual Rp 6.900

Beberapa bengkel spesialis mobil mengatakan penggunaan pertalite memang bisa membatasi performa kendaraan, sebab mobil mesin modern memang sudah diatur sedemikian rupa untuk menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi, minimal RON 92.

“Hampir semua mobil modern dari pabrikan sudah disetel untuk menggunakan bahan bakar berkualitas, minimal RON 92. Itu bisa dilihat dari spesifikasi mesinnya yang memang memiliki kompresi tinggi, sehingga pemakaian Pertalite bisa membuat tarikan mesin kurang bertenaga” ucap Eko Setiawan pemilik Everest Motor kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2022).

Dia juga mengatakan dari pengamatan di lapangan memang mesin yang menggunakan bahan bakar kualitas rendah lebih rentan kotor di ruang bakarnya. Sehingga memerlukan servis atau pembersihan ruang bakar lebih sering.

Hal serupa juga dikatakan oleh Anom Budi Prasetiyo selaku pemilik Markas Oto spesialis Nissan & Datsun, bahkan dia mengatakan beberapa dampak jangka panjangnya ketika mesin menggunakan bahan bakar berkualitas rendah tanpa melakukan servis secara rutin.

“Bisa saja pakai Pertalite, tapi pasti tarikan mesin menjadi lebih berat, ngelitik pasti, dan ruang bakar akan cepat kotor. Sehingga disarankan sering-sering melakukan gurah mesin (pemberihan ruang bakar), jika tidak ya rugi, mesin juga bakal menjadi lebih boros bahan bakar,” ucap Anom kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2022).

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved