Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Profil SMP Al Azhar di Karanganyar, Tempat Putri Kembar Irfan Hakim Mondok: Baru Setahun Berdiri

SMP Al Azhar di Karanganyar baru setahun berdiri sejak 2021. Namun, siswa dari SMP tersebut banyak terdiri dari anak artis Ibu Kota.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
SMP Al Azhar Internasional Islamic Boarding School di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. SMP itu baru berdiri sejak 2021. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kedua putri artis Irfan Hakim dan Della Indah Putri, Rakana Hakim dan Raina Hakim menjadi murid di SMP Al Azhar Internasional Islamic Boarding School (IIBS) di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar pada tahun ini.

Lalu bagaimana profil dari sekolah yang dimasuki putri kembar publik figur ini.

Director of International Office and Public Relation Al Azhar Internasional Islamic Boarding School, Ahmad Zulfiqar A mengatakan, di sekolah berasrama islami tersebut baru berdiri pada tahun 2021

"Yayasan Pendidikan Al Azhar sudah hadir di Indonesia lebih dari 60 tahun, namun pada awal tahun 2021, sekolah ini resmi berdiri," kata Zulfiqar kepada TribunSolo.com, Jumat (26/8/2022).

Zulfiqar mengatakan, Al Azhar IIBS Karanganyar merupakan sebuah pondok modern dengan standard internasional yang  berdiri di Kabupaten Karanganyar.

Dia mengatakan, Al Azhar IIBS Karanganyar terbagi dua tingkat sekolah yaitu SMP dan SMA, juga merupakan sekolah berbasis pondok pesantren Internasional pertama di Indonesia.

"Kami hadir untuk memberikan solusi orang tua dalam mencari pendidikan terbaik untuk anak tercinta, Al Azhar IIBS merupakan sekolah berasrama islami ," ungkap Zulfiqar.

Dia mengatakan, pihaknya telah berkerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri.

Lanjut, katanya, hal ini dilakukan agar lulusan SMA di sini bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Baca juga: Penampakan SMP Al Azhar di Karanganyar, Tempat Mondok Putri Kembar Irfan Hakim: Masuk Tahun Ini 

"Kurikulum kami menggunakan Adab, hal ini agar lulusan dari sekolah kami bisa melanjutkan pendidikan di kampus luar negeri," ucap Zulfiqar.

Meski demikian, mata pelajaran yang diajarkan masih mengikuti pendidikan nasional dengan Tafidz Quran, dan Bahasa Arab-Inggris.

Dia mengaku dalam pembelajaran, tidak menggunakan pembelajaran dengan buku paket.

Ia mengaku dalam pembelajaran, sudah menggunakan gawai untuk sarana belajar.

"Kita menggunakan Digitalisasi, saat menjadi siswa, kami sediakan IPAD untuk sarana belajar mereka, sehingga kami tak menggunakan buku yang terbuat dari kertas," ungkap Zulfiqar.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved