Viral
Viral Jasa SS iPhone Bisa Bikin Kelihatan Punya iPhone Terbaru, Pengamat Ingatkan Bahayanya
Peminat jasa ss iPhone sebagaian besar adalah orang-orang yang tak memiliki iPhone, tapi ingin terlihat memiliki iPhone di media sosial.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Untuk prosedurnya, penyedia jasa mengharuskan kliennya untuk memberikan informasi login akun, kemungkinan berupa e-mail, username, dan password bila ingin menggunakan layanan ss percakapan di DM Instagram atau media sosial lainnya, repost Instagram story, hingga nge-tweet via iPhone.
Para penyedia jasa menyebut mereka akan langsung keluar (logout) dari akun kliennya, begitu screenshot selesai dilakukan.
Sejumlah penyedia jasa bahkan mengeklaim bahwa informasi akun pengguna "100 persen" bahkan "1000 persen" aman.
Bahaya yang mengintai di balik jasa ss iPhone
Melihat fenomena ini, pengamat media sosial sekaligus CEO Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria memberikan tanggapannya.
Hariqo menyebut, fenomena jasa ss iPhone ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih mengagung-agungkan iPhone.
"Iya bisa dibilang sebagian pengguna media sosial masih mengagungkan iPhone sampai rela memakai jasa ss iPhone. Mereka mengutamakan gayanya, dan lebih ingin terlihat keren," kata Hariqo saat dihubungi KompaTekno, Rabu (24/8/2022).
Dia tak memungkiri, iPhone selama ini memang memiliki citra yang prestisius, mahal, dan mewah.
Sehingga, agaknya ikut berpengaruh ke citra pemiliknya.
Meski demikian, Hariqo mengatakan, tren ss iPhone yang viral seperti saat ini, apalagi hingga memberikan informasi akun media sosial ke orang tak dikenal dengan sengaja dan sadar, adalah sebuah pola pikir yang salah.
Menurutnya, pola pikir yang salah ini juga dipengaruhi oleh paparan literasi digital yang belum tepat.
"Ini menunjukkan bahwa literasi digital yang diadakan oleh Pemerintah/Kominfo itu perlu dievaluasi. Karena mengapa orang masih mengutamakan gengsi ketimbang keamanan?" kata Hariqo.
Lantaran, digital security (keamanan digital) adalah pilar utama dalam literasi digital.
"Hal pokok yang disampaikan di pilar keamanan digital itu adalah tidak memberikan password dan e-mail kepada siapapun," lanjut Hariqo.
Artinya, ketika ada pengguna media sosial yang masih memberikan informasi akunnya ke orang lain, mereka belum memahami pentingnya keamanan digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-jasa-ss-iPhone-yang-ditawarkan-lewat-Twitter.jpg)