Polisi Tembak Polisi
IPW Menduga Ada Upaya Ferdy Sambo Lobi Pimpinan Polri dalam Sidang Banding: Dia kan Polisinya Polisi
IPW menyebut salah satu upaya yang terlihat berhasil adalah soal tidak ditahannya Putri Candrawathi di dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Indonesia Police Watch (IPW) menanggapi soal upaya banding yang dilakukan Ferdy Sambo,
Terkait hal itu, IPW menduga jika Ferdy Sambo sedang melakukan lobi kepada pimpinan Polri yang diyakini hasilnya tidak akan mengubah putusan sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yakni pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyampaikan dugaan itu dalam acara Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Viral Rekaman Diduga Nikita Mirzani dan Ferdy Sambo Bahas Kasus KDRT, Pengacara Tegas Membantah
“Yang bersangkutan itu (Ferdy Sambo) memahami proses ini harapannya tidak ada, dalam substansinya,” ucap Sugeng,
“Kalau IPW melihat, waktu yang ada itu digunakan yang bersangkutan, itu saya melihat adanya upaya justru di luar persidangan kode etik, lobi, melobi pimpinan Polri bukan terkait substansinya, melobi pimpinan Polri untuk memberikan satu kebijakan tertentu,” lanjutnya.
Sugeng menyebut salah satu upaya yang terlihat berhasil adalah soal tidak ditahannya Putri Candrawathi di dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J.
Padahal status Putri Candrawathi sebagai tersangka.
Lantas bergulir isu pelecehan seksual yang dalam proses penyidikan tewasnya Brigadir J.
Baca juga: Benarkah Ada Kemungkinan Ferdy Sambo Bebas dari Jeratan Hukum? Ini Analisa Ahli
“Ini yang setidak-tidaknya dipertahankan, agar yang bersangkutan bisa memiliki ruang di dalam pokok perkaranya di kasus pembunuhan berencana,” ujar Sugeng.
Sugeng juga menyebut Ferdy Sambo sebagai ‘polisinya polisi’ meyakini jika suami Putri Candrawathi tersebut juga akan melakukan perlawanan dalam bentuk lainnya.
Misalnya terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah polisi.
“Tentang yang lain, kan Pak FS ini polisinya polisi, dia memegang banyak informasi terkait dugaan pelanggaran polisi yang sampai saat ini kita tidak tahu, tidak suara yang disampaikan FS lewat pengacaranya yang menyatakan seperti yang saya sampaikan tadi,” kata Sugeng.
“Tapi IPW punya dokumen-dokumen itu, dokumen-dokumen itu yang pernah saya sampaikan dalam satu sinyalemen bahwa akan ada upaya perlawanan di luar proses hukum yang terjadi melalui pendeskreditan.”
Sugeng mengingatkan, Ferdy Sambo juga masih memiliki teman-teman yang bisa membantunya untuk melakukan perlawanan.
“Oleh karena itu upaya-upayanya di luar, komunikasi segala macam lah, kan beliau masih punya teman-teman segala macam,” ujar Sugeng.
Benarkah Ferdy Sambo Ditakuti Banyak Jenderal Polisi? Kamaruddin Simanjuntak Ungkap 2 Dugaannya
Kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih terus bergulir sampai saat ini.
Terbaru, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak buka suara mengenai kasus kliennya.
Kamarudin Simanjuntak mengimbau petinggi Polri takut dengan Irjen Ferdy Sambo.
Baca juga: Pengacara Kamaruddin Masih Yakin Motif Pembunuhan Brigadir J karena Ferdy Sambo Ketahuan Nikah Lagi
"Bahkan dia sudah di patsus dicopot dari Satgas Merah putih,harusnya tidak ada lagi alasan takut, tetapi ketika saya bertemu jenderal bintang tiga jenderal lainnya mereka pun masih takut," jelas Kamaruddin yang dikutip dari Youtube Uya Kuya, Kamis (15/9/2022).
"Maka saya bilang ketakutan apa berlebihan, bapak aja tidak takut, kami semua ketakutan," ujarnya.
Kamarudin Simanjuntak menyimpulkan alasan ketakutan jenderal bintang tiga pada Ferdy Sambo.
1. Dekat dengan Penguasa
Kamarudin Simanjuntak mengatakan, di belakang Ferdy Sambo ini banyak kekuasaan tinggi, baik di institusi kepolisian maupun kalangan menteri maupun DPR dan keterlibatan mafia-mafia sehingga jenderal bintang tiga tersebut takut.
"Memang benar keterlibatan mafia, salah satu jet pribadi oleh BJP Hendra itu karena milik seorang mafia RBT," ujarnya.
Baca juga: Penasehat Kapolri Sebut Ferdy Sambo Masih Lakukan Perlawanan, Ingatkan Publik Harus Terus Mengawal
Oleh karena itu, Kamarudin Simanjuntak menilai wajar ketakutan karena keterlibatan mafia.
"Wajar karena ada keterlibatan mafia bukti seorang BJP punya fasilitas pesawat pribadi," jelasnya.
2. Tangan Kanan Kapolri
Kamarudin lantas menjelaskan kekuatan dari Ferdy Sambo.
"Pertama dia itu tangan kanannya Kapolri, Kadiv Propam tukang pukulnya Kapolri, dimana Kapolri pergi dia ikut, Ferdy Sambo jaman dulu pergi ke istana itu Kapolri, disitu ada Kapolri di sana ada Ferdy Sambo," ujarnya.
Menurutnya wajar kalau Ferdy Sambo punya kekuasaan tinggi.

"Tentulah pegang kekuasaan tinggi khususnya Propam sebagai penjaga etika dan garda terdepan menegakan disiplin, tentu dia bisa mencopot para jenderal baik di Kapolda, Kapolda bahkan satu dua tingkat di atasnya," ujarnya.
"Karena jabatan dia Kadiv Propam, bahkan nasib para jenderal d itangan dia, untuk dapat jabatan," terangnya.
Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Duga Ada Politisi DPR yang Bantu Ferdy Sambo, Tugasnya Melobi Istana
Pernah Peras Brigjen Rp 2,5 Miliar
Kamarudin Simanjuntak lantas bercerita ketika dia bertemu dengan seorang jenderal.
"Bahkan saat saya pergi ke Medan ada seorang mengaku Brigadir Jenderal Polisi, dia telpon video call saya, dia berdiri sikap sempurna bahkan istrinya masih cantik kulihat disuruh berdiri sikap sempurna, menghadap saya dan memanggil saya komandan," terangnya.
Kamarudin Simanjuntak mengira Brigadir Jenderal tersebut bercanda.
"Awalnya saya kira bercanda tetapi dia berterima kasih mengaku brigadir jenderal, dia mengaku diperas 2,5 miliar, dia menghendaki satu jabatan ketika masih Kombes, lalu untuk mendapatkan jabatan itu dia setor 2,5 miliar, makanya saya bilang karena mau juga itu," ujarnya.
Setelah membayar Rp 2,5 miliar, Brigadir Jendral tersebut mendapatkan jabatan.
"Tetapi jabatan yang dijanjikan atau kedudukan tidak diberikan sehingga tidak balik moda, akhirnya dia merasa menderita, informasinya ke FS," jelasnya.
Brigadir Jenderal itu pun berterima kasih padanya karena karma untuk Ferdy Sambo terbalaskan.
Kini publik menunggu bagaimana nasib Ferdy Sambo selanjutnya.
Apalagi pembunuhan Brigadir J yang telah diakui oleh Ferdy Sambo masih banyak menyimpan misteri.
(*)