Polisi Tembak Polisi

Putri Candrawathi Minta Perlindungan Tapi Tolak Beri Keterangan, LPSK: Ibu PC Pemohon Paling Unik

Sejak awal mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, Putri masih bungkam soal kejadian yang ia sebut mendapat pelecehan dari mendiang Brigadir J

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Google Images
Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo 

TRIBUNSOLO.COM -  Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo hingga hari ini menolak memberikan keterangan apapun kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sejak awal mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, Putri masih bungkam soal kejadian yang ia sebut mendapat pelecehan dari mendiang Brigadir Yosua.

Menurut Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, Putri Candrawathi adalah satu-satunya pemohon yang tidak mau menyampaikan informasi apapun terkait dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada LPSK.

Putri Candrawathi pakai baju serba putih saat rekonstruksi
Putri Candrawathi pakai baju serba putih saat rekonstruksi (Tribunnews)

Baca juga: Kondisi Makam Brigadir J Memprihatinkan, Keluarga Sebut Banyak Pihak Ingin Lakukan Renovasi

"Ibu PC adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani, dan pembuktian secara hukum."

"Satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa (atau) tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK," kata Edwin dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (24/9/2022).

Padahal menurut Edwin, dalam permohonan perlindungan tersebut Putri Candrawathi yang membutuhkan LPSK.

Edwin juga menyebut jika hanya Putri Candrawathi lah yang menjadi pemohon seperti itu, bahkan selama 14 tahun LPSK berdiri.

Baca juga: Anaknya Terseret Kasus Ferdy Sambo, Anggota DPR Heri Gunawan Akan Ikuti Prosedur yang Berlaku

"Padahal dia yang butuh LPSK. Hanya Ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri," terang Edwin.

Diketahui, Putri Candrawathi sempat mengajukan perlindungan kepada LPSK pada 14 Juli 2022.

Kemudian Polri memutuskan untuk menghentikan kasus dugaan kekerasan seksual oleh Brigadir J karena tidak terbukti.

Hingga akhirnya Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Meski menjadi tersangka, Polri memutuskan Putri Candrawathi tidak ditahan dan hanya dikenai wajib lapor. (*)

Baca juga: Kaesang Pangarep Foto bareng Panembahan Al Saud, Kahiyang: Mau Kawin Jadi Latihan Gendong Anak

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) Edwin Partogi mengungkap adanya upaya dari Putri Candrawathi untuk memanfaatkan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) demi melindungi diri dari kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Menurut Edwin, Putri menggunakan UU TPKS tersebut agar dirinya bisa terlihat sebaga korban pelecehan seksual yang harus dilindungi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved