Breaking News:

Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo

Teka-teki Ledakan di Aspol Sukoharjo : Mengapa Bahan Petasan Hasil Razia Bisa Ada di Rumah Polisi ?

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi menduga, korban ledakan Asrama Polisi Sukoharjo Bripka Dirgantara, membawa pulang bahan petasan ke rumahnya.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Kondisi terkini di sekitar lokasi kejadian ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ledakan paket berisi bahan petasan di rumah Bripka Dirgantara Pradipta (35), di Asrama Polisi Sukoharjo, di Perumahan Grogol Indah, Sukoharjo, pada Minggu (25/9/2022) malam masih menyisakan pertanyaan.

Sebagaimana diketahui, hasil penyelidikan polisi menyebut paket yang meledak itu ternyata bahan petasan hasil razia Polres Surakarta pada April tahun 2021, menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Olah TKP di Asrama Polisi Sukoharjo Tuntas, Kapolda Jateng : Warga Jangan Resah, Police Line Dilepas

Nah, bagaimana bisa barang bukti hasil razia berada di rumah seorang polisi?

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, ada dugaan, Bripka Dirgantara membawa barang bukti itu ke rumahnya.

Saksi menyebut, barang bukti itu mau dibakar oleh Bripka Dirgantara.

Tapi, Luthfi berdalih, kepolisian belum bisa menjelaskan apa alasan Bripka Dirgantara membawa pulang barang bukti itu.

Alasannya, sampai saat ini, Bripka Dirgantara masih terluka parah dan menjalani perawatan di rumah sakit. 

"Benar telah melakukan kegiatan kepolisian yaitu dilakukan penangkapan atau pengamanan barang bukti, yang kemungkinan, saat itu, dibawa pulang," kata Luthfi, Senin (26/9/2022).

"Jadi unsur lalai untuk kemudian salah prosedur, itu (baru bisa) kita buktikan kalau nanti korban sudah sembuh," 

"Secara jelasnya nanti setelah yang bersangkutan sembuh baru ketahuan apakah itu ada unsur lalainya. Ataukah ada salah prosedur dan sebagainya setelah anggota kita lakukan pemeriksaan, karena yang bersangkutan sakit," kata Luthfi. 

Tapi, Luthfi mengatakan, polisi saat ini berasumsi, Bripka Dirgantara membawa pulang barang bukti hasil razia itu karena alasan boyongan kantor Mapolresta Solo, dari Manahan ke Jalan Slamet Riyadi.

"Yang jelas dari dari analisa sementara, Polresta Solo itu dilakukan pembangunan tahun 2021. Mungkin anggota itu inisiatif untuk dibawa pulang itu barang buktinya, kan dibangun itu Polres pindah," kata Luthfi. 

Harusnya Disimpan di Markas

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved